Jumat, 15 Mei 2026

Dipimpin BYAN, Saham-Saham Emiten Batubara Kakap Melompat

Penulis : Parluhutan Situmorang
24 Jul 2023 | 16:28 WIB
BAGIKAN
Kenaikan harga batubara kini semakin meroket ditengah konflik Rusia-Ukraina
Kenaikan harga batubara kini semakin meroket ditengah konflik Rusia-Ukraina

JAKARTA, Investor.id – Harga saham emiten batu bara menggeliat sepanjang hari ini, Senin (24/7/2023). Penguatan saham sektor ini berimbas terhadap penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan data, penguatan tertinggi melanda seluruh saham emiten batu bara papan atas, yaitu saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp 925 (4,94%) menjadi Rp 19.650, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp 1.225 (4,58%) menjadi Rp 28.000, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp 900 (3,67%) menjadi Rp 25.400.

Penguatan juga melanda saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) naik Rp 50 (2,07%) menjadi Rp 2.470, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat Rp 90 (3,23%) menjadi Rp 2.880, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menguat Rp 5 (0,51%) menjadi Rp 990.

ADVERTISEMENT

Penguatan harga saham batu bara tersebut didukung atas lompatan harga jual batu bara pekan lalu hingga 6%. Berkat gelombang panas yang meningkatkan permintaan energi di Asia, Eropa dan Amerika Serikat (AS).  

Berdasarkan pergerakan harga batu bara Newcastle berbasis penutupan mingguan periode 14 Juli 2023 dengan 21 Juli 2023, harga batu bara pada pekan lalu menguat hingga 6%.  

Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Juli 2023 naik US$ 1,02 (1,02%) menjadi US$ 133 per ton. Kontrak berjangka Agustus 2023 meningkat US$ 8,7 (6,55%) menjadi US$ 141,75 per ton. Sedangkan kontrak berjangka September 2023 menguat US$ 9,35 (6,99%) menjadi US$ 143,05 per ton.

Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, ada potensi koreksi untuk harga batu bara pekan ini. Sentimen yang mempengaruhi adalah sinyal kenaikan di komoditas gas alam yang diharapkan dapat mendorong permintaan ke komoditas batu bara.

“Harga batu bara diperkirakan akan bergerak pada level resistance US$ 140 – 150 per ton. Jika menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga US$ 120 – 110 per ton,” ungkapnya kepada Investor Daily, belum lama ini.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia