Jumat, 15 Mei 2026

Semester I, Laba Bersih BCA (BBCA) Melejit 34%

Penulis : Prisma Ardianto
24 Jul 2023 | 17:12 WIB
BAGIKAN
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA Jahja Setiaatmadja dalam analysis meeting semester I-2023 secara daring, Senin (24/7/2023). (B-Universe Photo/Prisma Ardianto)
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA Jahja Setiaatmadja dalam analysis meeting semester I-2023 secara daring, Senin (24/7/2023). (B-Universe Photo/Prisma Ardianto)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatat kinerja keuangan yang solid pada semester I-2023. Laba bersih BCA melejit 34% year on year (yoy) menjadi Rp 24,2 triliun.

Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA selama semester I-2023 naik 24,6% (yoy) menjadi Rp 37,1 triliun. Pendapatan selain bunga tumbuh 9,4% (yoy) menjadi Rp 12,2 triliun, yang ditopang oleh kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 5,4% (yoy).

Secara total, pendapatan operasional BCA tercatat sebesar Rp 49,3 triliun atau naik 20,5% (yoy). Seiring dengan peningkatan kualitas aset, biaya provisi tercatat turun Rp 1,8 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity/ROE) emiten berkode saham BBCA tersebut sebesar 24,2% pada semester I-2023, menyentuh level tertinggi sejak akhir tahun 2014. Rasio pengembalian terhadap aset (return on asset/REA) tercatat sebesar 3,7% atau menjadi level tertinggi pasca pandemi.

Sementara itu, cost to income ratio (CIR) BBCA tercatat sebesar 32,9% pada semester I-2023 atau turun dari 34,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Alhasil, secara keseluruhan, laba bersih tumbuh 34% (yoy) menjadi Rp 24,2 triliun.

Dari segi bisnis, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan bahwa kinerja keuangan ini turut didorong oleh kenaikan volume kredit, perbaikan kualitas pinjaman, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.

"Segmen kredit konsumer terus mencatatkan pertumbuhan, yang ditopang oleh hasil pelaksanaan BCA Expoversary 2023 yang ditutup pada akhir April lalu. Di samping itu, kami melihat momentum permintaan kredit yang kuat dari sektor UMKM, sejalan dengan peningkatan aktivitas bisnis di segmen tersebut," ungkap Jahja dalam analysis meeting semester I-2023 BCA secara daring, Senin (24/7/2023).

Jahja turut mengapresiasi kebijakan pemerintah dan regulator dalam menjaga fundamental perekonomian domestik, di tengah tantangan dinamika perekonomian global. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah, khususnya dalam menciptakan multiplier effect dan stabilitas bagi perekonomian nasional.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia