Jumat, 15 Mei 2026

Harga Batu Bara Lanjut Menguat, Lagi-Lagi Dipicu Gelombang Panas

Penulis : Indah Handayani
25 Jul 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Tambang batu bara. (Foto: PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk)
Tambang batu bara. (Foto: PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk)

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara lanjut menguat pada perdagangan Senin (24/7/2023). Lagi-lagi dipicu gelombang panas yang tengah melanda Asia, Amerika Serikat (AS) hingga Eropa.

Pada Senin (24/7/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Juli 2023 naik US$ 0,10 menjadi US$ 133,10 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Agustus 2023 meningkat US$ 1,35 menjadi US$ 143,10 per ton. Sedangkan kontrak berjangka September 2023 menguat US$ 2,90 menjadi US$ 145,95 per ton.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka Juli 2023 naik U$S 0,55 menjadi US$ 111,05. Sementara itu, kontrak berjangka Agustus 2023 bertambah U$S 1,75 menjadi US$ 115,50. Serta, kontrak berjangka September 2023 meningkat U$S 2,55 menjadi US$ 116,55.

ADVERTISEMENT

Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, efek gelombang panas masih akan tetap berpengaruh positif pada harga batu bara. Namun, karena di sisi pasokan terbilang masih cukup terjaga, maka belum dapat mendorong harga naik secara signifikan.

Di sisi lain, lanjut dia, energi hijau yang tengah digadang-gadang dunia akan selalu berkorelasi negatif dengan pergerakan harga energi berbasis fosil. Semakin meningkat porsi permintaan akan green energy, maka porsi permintaan fossil based energy akan semakin menurun. “Sehingga harga fossil based energy pun akan ikut tertekan,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia