Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Melesat Berkat Bejibun Sentimen Positif

Penulis : Indah Handayani
25 Jul 2023 | 05:15 WIB
BAGIKAN
Panen sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Derizal
Panen sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Derizal

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melesat pada perdagangan Senin (24/7/2023). Membalikan penurunan yang terjadi pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (21/7/2023). Penguatan harga CPO terjadi berkat bejibun sentimen positif.  

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Senin (24/7/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Agustus 2023 naik 99 Ringgit Malaysia per ton menjadi 4.092 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 terkerek 125 Ringgit Malaysia menjadi 4.142 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO pengiriman Oktober 2023 meningkat 129 Ringgit Malaysia menjadi 4.164 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman November 2023 bertambah 124 Ringgit Malaysia menjadi 4.167 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO Desember menguat 124 Ringgit Malaysia menjadi 4.171 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Januari 2024 naik 123 Ringgit Malaysia menjadi 4.181 Ringgit Malaysia per ton.

Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO pekan ini berpotensi bergerak bullish. Didukung snetimen positif, yaitu rilisnya data ekspor CPO Malaysia, perkembangan situasi di Indonesia terutama terkait perubahan kebijakan ekspor serta rencana mandate B35 mulai 1 Agustus, ancaman badai El Nino di negara produsen.

“Ditambah lagi, situasi di negara importir utama (India, Tiongkok dan Uni Eropa), dan situasi di pasar minyak kedelai,” ungkapnya kepada Investor Daily, belum lama ini.

Yoga memprediksi harga CPO akan bergerak pada level resistance berpotensi bergerak pada kisaran harga 4.100 – 4.200 Ringgit Malaysia per ton. Apabila menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 3.900 – 3.800 Ringgit Malaysia per ton.

Untuk harga minyak kedelai, Yoga memprediksi berpotensi bertahan di tren bullish. Indikator yang menjadi fokus perhatian pasar antara lain rilisnya perkembangan situasi di jalur pelayaran Laut Hitam, ancaman badai El Nino di negara produsen, situasi di negara importir utama (India, Tiongkok dan Uni Eropa), dan situasi di pasar CPO.

Menurut Yoga, Laut Hitam merupakan jalur utama distribusi komoditas dari Eropa ke Asia. Mengingat Eropa merupakan produsen untuk minyak nabati. Di sisi lain, karena minyak nabati ini merupakan produk subtitusi dari CPO, maka saat terjadi disrupsi pada salah satu produk akan ikut mempengaruhi pergerakan harga produk lainnya.

“Jika melihat dari situasi di jalur Laut Hitam yang masih belum sepenuhnya stabil, ada potensi negara importir utama seperti India dan Tiongkok akan tetap lebih memilih CPO. Namun, potensi peningkatan permintaan CPO tersebut terbatasi dengan adanya kemungkinan perubahan aturan ekspor serta mandatori program biodiesel di Indonesia,” tutup Yoga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia