Jumat, 15 Mei 2026

Siapin Duit, Enam Saham Siklikal Bakal Manggung di Semester II

Penulis : Harso Kurniawan
26 Jul 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Gedung BRI
Gedung BRI

JAKARTA, Investor.id - Sebanyak enam saham siklikal diprediksi berkibar semester II-2023 dan dapat menjadi pilihan investasi, ditopang kondusifnya kondisi ekonomi global dan domestik. Saham-saham ini berasal dari sektor otomotif, bank besar, semen, dan pertambangan mineral.

Keenam saham itu, berdasarkan riset RHB Sekuritas, dikutip Selasa (25/7/2023), adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dengan rekomendasi buy dan target harga Rp 6.450, Rp 11.700, Rp 7.750, Rp 3.160, Rp 14.300, dan Rp 8.300.

RHB Sekuritas menilai, kondisi makro ekonomi nasional sangat kuat, terlihat pada pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,03% kuartal II-2023. Hal ini ditambah oleh langkah Bank Indonesia (BI) yang terus mempertahankan suku bunga acuan, BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), di level 5,75%.

ADVERTISEMENT

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), kemarin, BI memastikan, BI7DRR akan dipertahankan di level itu, kendati bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga acuan, Federal Funds Rate (FFR), sebesar total 50 basis points (bps) ke level 5,5-5,75% hingga akhir 2023.

RHB menilai, stabilnya suku bunga akan menggenjot konsumsi produk yang dibeli secara kredit. Bahkan, jika BI memangkas suku bunga acuan, penjualan produk seperti ini akan naik lebuh tinggi. Konsensus analis kini mulai bicara potensi penurunan BI7DRR semester II tahun ini. Mereka menilai, suku bunga acuan sudah mencapai puncak dan pemerintah tidak lagi memerlukan bunga tinggi, lantaran ekonomi tidak memanas.

RHB memprediksi, belanja pemerintah melesat semester II-2023. Pemicunya adalah surplus APBN sebesar Rp 204 triliun per Mei 2023, naik dibandingkan tahun lalu Rp 132 triliun. Memang, persentase surplus turun menjadi 1% pada Mei dari sebelumnya 1,1% pada April. Akan tetapi, masih tinggi dibandingkan Mei 2022 yang hanya 0,7%.

“APBN 2023 menetapkan defisit Rp 598 triliun atau 2,8% dari PDB. Artinya, pemerintah bisa menggenjot belanja untuk mengerek ekonomi pada paruh kedua 2023,” tulis RHB.

Seiring dengan itu, tulis RHB, pemain telekomunikasi, barang konsumsi, dan rokok diuntungkan oleh hal tersebut. Adapun saham sektor kesehatan diuntungkan oleh disahkannya UU Kesehatan, belum lama ini.

Konsumsi masyarakat, tulis RHB, juga bakal terkerek oleh penaikan gaji PNS berkisar 5-7%. Hal ini akan diumumkan Presiden saat membacakan nota keuangan dan RUU APBN 2024, Agustus mendatang.

RHB mempertahankan proyeksi IHSG sebesar 7.450 hingga akhir 2023, dengan PER 2023 dan 2024 14 kali dan 13 kali, -1 standar deviasi dari rata-rata lima tahun terakhir. Kemarin, indeks naik 0,2% ke level 6.917, melanjutkan tren kenaikan dalam tiga hari terakhir perdagangan.

Capital Inflow

Di sisi lain, indikasi menggeliatnya saham bank besar terlihat sejak pekan lalu, di mana pemodal asing mulai agresif memborong saham BBRI, BBCA, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Pekan lalu, net buy asing di tiga saham bank besar itu mencapai Rp 1,3 triliun.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia