Jumat, 15 Mei 2026

Waskita dan Sembilan Kreditur Sepakat Restrukturisasi Utang Rp 4,5 Triliun

Penulis : Muawwan Daelami
26 Jul 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
PT Waskita Karya Tbk (WSKT). (Ilustrasi/Ist)
PT Waskita Karya Tbk (WSKT). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, Investor.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melalui cucu usahanya, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM), menyepakati perjanjian restrukturisasi utang atau fasilitas kredit sindikasi senilai Rp 4,5 triliun bersama sembilan kreditur.

KDM merupakan badan usaha jalan tol (BUJT) yang mengoperasikan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di bawah pengelolaan anak usaha Waskita Karya, PT Waskita Toll Road (WTR).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Edie Rizliyanto menjelaskan, restrukturisasi ini bertujuan menyesuaikan kemampuan membayar utang perseroan kepada para kreditur hingga memenuhi kewajiban untuk mempertahankan perjanjian keuangan (financial covenant) sesuai perjanjian kredit sindikasi.

ADVERTISEMENT

“Restrukturisasi fasilitas kredit investasi ini diharapkan berdampak baik bagi kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perusahaan kedepannya,” kata Edie dalam keterangan resminya, Selasa (25/7/2023).

Menurut Edie Rizliyanto, penandatanganan restrukturisasi Waskita bersama sembilan kreditur ini berlangsung pada 24 Juli 2023 di Jakarta. Restrukturisasi dilakukan terhadap fasilitas tranche 1, 2, dan tranche 3.

Melalui perjanjian restrukturisasi tersebut, tingkat suku bunga yang semula mengacu ke skema reference rate + margin 5%, turun menjadi reference rate + margin 4%. Suku bunga yang akan dibayarkan mulai 25 Maret 2023 sampai Desember 2025 adalah 3%, pada 2026 sebesar 3,75%, dan sebesar 4% dibayarkan pada 2027 sampai d 2028. Kemudian, pada 2029 sampai 2035, bunga dibayarkan sebesar reference rate + margin.

Adapun sembilan kreditur yang menyetujui restrukturisasi, kata Edie, yaitu PT Bank Negara Indonesia/BNI (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia/BRI (Persero) Tbk, PT Bank Raya Indonesia Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat, dan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur.

“Kreditur lainnya adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, serta PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” kata dia.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia