Gara-gara Ini, Target Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Direvisi Naik
JAKARTA, Investor.id – Target harga saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) direvisi naik dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut menggambarkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2023.
PGEO berhasil mencetak lonjakan laba bersih sebesar 30,1% menjadi US$ 92,7 juta pada semester I-2023, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 71,3 juta. Pendapatan bertumbuh sebanyak 11,9% dari US$ 184,7 juta menjadi US$ 206,7 juta. EBITDA perseroan juga naik 13,3% secara yoy menjadi US$ 175,5 juta hingga periode pada Juni 2023.
“Realisasi laba bersih tersebut sudah sesuai dengan perkiraan kami atau setara dengan 55% dari target. Sedangkan berdasarkan konsensus analis, realisasi tersebut sudah terlampaui atau setara dengan 66%,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Didukung pencapaian yang kuat tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk merevisi naik target kinerja keuangan PGEO tahun 2023-2024. Proyeksi laba bersih direvisi naik sekitar 3,5% tahun ini dan mencapai 4,8% tahun 2024. Revisi naik tersebut juga mempertimbangkan asumsi COGS lebih rendah dari perkiraan semula.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham PGEO dari Rp 1.050 menjadi Rp 1.090 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut mempertimbangkan potensi penguatan saham PGEO mencapai 35%, dibandingkan penutupan harga kemarin.
BRI Danareksa Sekuritas menargetkan peningkatan laba bersih menjadi US$ 172 juta tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu US$ 127 juta. Pendapatan perseroan diproyeksikan meningkat dari US$ 386 juta menjadi US$ 398 juta.
Sebelumnya, Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Nelwin Aldriansyah mengatakan, PGEO mampu mempertahankan kinerja keuangan tetap tumbuh berkat strategi perusahaan dalam memperkuat sisi operasional dan menjalankan program efisiensi.
“Posisi keuangan yang solid ini mendorong kami untuk tumbuh secara berkelanjutan guna menyediakan energi hijau yang andal dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Nelwin.
Alhasil, utang bersih turun drastis menyisakan US$ 66,95 juta. Dengan begitu, debt to equity ratio (DER) berkurang menjadi 39% dari akhir tahun 2022 sebesar 75%. Capaian gemilang ini, menurut Nelwin, memperlihatkan bahwa PGEO mampu mengelola keuangan dengan baik.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

