Jumat, 15 Mei 2026

Laba Mitratel (MTEL) Lompat 14,6%, Manajemen Ungkap Faktor Penopangnya

Penulis : Parluhutan Situmorang
27 Jul 2023 | 15:27 WIB
BAGIKAN
Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama (kanan) bersama Direktur Keuangan & Manajemen Risiko MTEL Ian Sigit Kurniawan (kiri) saat paparan kinerja Semester I-2023, Kamis (27/7/2023).
Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama (kanan) bersama Direktur Keuangan & Manajemen Risiko MTEL Ian Sigit Kurniawan (kiri) saat paparan kinerja Semester I-2023, Kamis (27/7/2023).

JAKARTA, Investor.id  PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berhasil mencatatkan lompatan kinerja keuangan hingga semester I- 2023. Pertumbuhan tersebut didukung strategi perseroan yang agresif ekspansi dan akuisisi.

Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan, Kamis  (27/7/2023), Mitratel mencatatkan kenaikan laba sebanyak 14,6% dari Rp 891,54 miliar menjadi Rp 1,02 triliun secara year on year (YoY) semester I-2023. . Laba per saham dasar per 30 Juni 2023 juga meningkat dari Rp 11 menjadi Rp 12 per saham.

Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut  didukung fokus perusahaan untuk membangun infrastruktur telekomunikasi digital, terutama di luar Pulau Jawa, sejalan dengan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di daerah.

ADVERTISEMENT

“Pertumbuhan juga didukung langkah perseroan yang gencar mengakuisisi dan perluasan jaringan serat optik dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mampu meningkatkan pangsa pasar dan pendapatan,” ujarnya di Jakarta, hari ini.

Hingga Juni 2023, Mitratel mencatatkan pendapatan senilai Rp 4,13 triliun atau tumbuh 10,8% secara YoY. Penyumbang utama pendapatan perseroan adalah bisnis menara dengan porsi 93,2%. Sementara kontribusi unit bisnis lainnya (tower business related) tercatat meningkat menjadi 6,8% terhadap seluruh pendapatan.

Dia mengatakan, kinerja keuangan pada semester I-2023 sudah on track dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan. Pertumbuhan pendapatan menjadi hasil dari ekspansi menara, penambahan tenant, serta monetisasi bisnis, baik di segmen fiber optic, power to the tower, maupun bisnis mini server.

Jumlah Menara

Mitratel tercatat memiliki 36.719 menara atau meningkat 27,6% secara YoY hingga semester I-2023 dan menjadikannya sebagai perusahaan dengan menara terbanyak di Indonesia. Seiring dengan peningkatan kepemilikan menara, jumlah tenant perusahaan pun meningkat 24,6% menjadi 54.718 tenant.

Mitratel telah membangun 304 menara baru dan mengakuisisi 997 menara sepanjang 2023. Lokasi menara telekomunikasi Mitratel sebanyak 15.354 di Jawa dan 21.365 menara berada di luar Jawa atau sekitar 58% dari total menara. Menariknya, penambahan tenant di luar Jawa tercatat lebih tinggi sebesar 26%, dibandingkan di Pulau Jawa sebesar 22%.

Meski aktif melakukan akuisisi dan penambahan aset, MTEL juga mampu meningkatkan efisiensi yang tercermin dari beban yang stabil. Beban Pokok Pendapatan hanya tumbuh 8% menjadi Rp 2,08 triliun dan beban usaha tumbuh 11% yoy menjadi Rp264 miliar.

Kombinasi dari pertumbuhan pendapatan dan peningkatan efisiensi mendorong EBITDA Mitratel pada Semester I-2023 mencapai Rp 3,35 triliun, meningkat 16,1% secara yoy. Rasio EBITDA Margin membaik menjadi 81,2% dibandingkan setahun sebelumnya 77,5%.

Bukan hanya EBITDA Margin, rasio rentabilitas Mitratel lainnya juga meningkat, yakni Return on Asset (ROA) 3,6% dari sebelumnya 3,2% dan Return on Equity mencapai 6,2% dari sebelumnya 5,3%.

Hingga akhir Juni 2023, Mitratel telah membukukan kenaikan aset sebesar 1,3%% menjadi Rp 56,79 triliun dan total ekuitas Rp33,06 triliun. Debt to equity ratio(DER) tercatat 0,47x yang mencerminkan rasio utang yang sehat.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia