Jumat, 15 Mei 2026

Gencar Tambah Menara, Mitratel (MTEL) Tuai Hasil Ini

Penulis : Parluhutan Situmorang
27 Jul 2023 | 18:11 WIB
BAGIKAN
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Foto ilustrasi: Perseroan
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Foto ilustrasi: Perseroan

JAKARTA, Investor.id – Keputusan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel konsisten menambah menara telekomunikasi mulai berbuah manis. Terbukti dari lompatan kinerja keuangan perseroan hingga semester I-2023.

Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengatakan, dalam bisnis menara, penguasaan atas jumlah menara merupakan hal penting, karena berdampak pada pertumbuhan usaha yang stabil dan berkelanjutan.

"Ini yang menjadi alasan mengapa kami agresif menambah jumlah menara dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya pendapatan akan terus tumbuh secara stabil,” jelas Hendra dalam keterangan resmi, Kamis (27/7).

ADVERTISEMENT

Tercatat sepanjang paruh pertama 2023, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ini, berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 1,02 triliun, melejit hampir 15% secara year on year (yoy).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan perseroan yang terdongkrak sebesar 11% secara yoy, menjadi Rp 4,13 triliun. Diikuti, dengan kenaikan beban operasional sebesar 8% menjadi Rp 2,35 triliun.

Adapun mesin pendapatan Mitratel bersumber dari bisnis penyewaan menara (tower leasing) yang bekontribusi sebesar Rp 3,45 triliun, alias naik 15,5% secara yoy. Sumbangsih bisnis penyewaan menara ini sekaligus mencerminkan 83,6% dari total pendapatan Mitratel.

Besarnya kontribusi bisnis tower leasing ini cukup beralasan. Soalnya, Mitratel merupakan emiten infrastruktur telekomunikasi dengan jumlah menara terbanyak mencapai 36.719 menara, atau menguat 27,6% secara tahunan.

Ditambah, tenant menara anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ini juga menjadi yang terbanyak dengan jumlah mencapai 54.718 tenant, tumbuh sebesar 24,6%.


Bangun Menara 

Agresivitas Mitratel dalam memperkuat kepemilikan menara tampak dari manuver perseroan sepanjang 2023. Tahun ini, Mitratel membangun 304 menara baru dan mengakuisisi 997 menara milik Indosat.

Artinya, selama lima tahun terakhir, Mitratel telah mengakuisisi 21.000 menara yang mana sebanyak 15.354 tersebar di Jawa dan 21.365 menara di luar Jawa atau sekitar 58% dari total menara. Dari sisi tenancy, tenant di luar jawa bertambah sebesar 26%, lebih tinggi dibandingkan di Jawa sebesar 22%.

Bukan hanya di menara, Mitratel juga agresif mengakuisisi dan membangun jaringan fiber optic. Saat ini, perseroan memiliki fiber optic sepanjang 27.269 km yang 6.012 km di antaranya berasal dari akuisisi pada akhir 2022.

Alhasil, profitabilitas Mitratel cukup baik dengan EBITDA mencapai Rp 3,35 triliun pada semester I-2023, melonjak sebesar 16,1%. Rasio EBITDA Margin membaik menjadi 81,2% dibandingkan tahun sebelumnya 77,5%.

Bukan hanya EBITDA margin, rasio rentabilitas Mitratel lainnya juga meningkat, yakni Return on Asset (ROA) 3,6% dari sebelumnya 3,2% dan Return on Equity mencapai 6,2% dari sebelumnya 5,3%.

Pada akhir Juni 2023, aset perseroan mengalami kenaikan sebesar 1,3%% menjadi Rp 56,79 triliun dan total ekuitas Rp 33,06 triliun. Debt to equity ratio(DER) tercatat 0,47x yang mencerminkan rasio utang yang sehat.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia