Gencar Tambah Menara, Mitratel (MTEL) Tuai Hasil Ini
JAKARTA, Investor.id – Keputusan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel konsisten menambah menara telekomunikasi mulai berbuah manis. Terbukti dari lompatan kinerja keuangan perseroan hingga semester I-2023.
Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengatakan, dalam bisnis menara, penguasaan atas jumlah menara merupakan hal penting, karena berdampak pada pertumbuhan usaha yang stabil dan berkelanjutan.
"Ini yang menjadi alasan mengapa kami agresif menambah jumlah menara dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya pendapatan akan terus tumbuh secara stabil,” jelas Hendra dalam keterangan resmi, Kamis (27/7).
Tercatat sepanjang paruh pertama 2023, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ini, berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 1,02 triliun, melejit hampir 15% secara year on year (yoy).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan perseroan yang terdongkrak sebesar 11% secara yoy, menjadi Rp 4,13 triliun. Diikuti, dengan kenaikan beban operasional sebesar 8% menjadi Rp 2,35 triliun.
Adapun mesin pendapatan Mitratel bersumber dari bisnis penyewaan menara (tower leasing) yang bekontribusi sebesar Rp 3,45 triliun, alias naik 15,5% secara yoy. Sumbangsih bisnis penyewaan menara ini sekaligus mencerminkan 83,6% dari total pendapatan Mitratel.
Besarnya kontribusi bisnis tower leasing ini cukup beralasan. Soalnya, Mitratel merupakan emiten infrastruktur telekomunikasi dengan jumlah menara terbanyak mencapai 36.719 menara, atau menguat 27,6% secara tahunan.
Ditambah, tenant menara anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) ini juga menjadi yang terbanyak dengan jumlah mencapai 54.718 tenant, tumbuh sebesar 24,6%.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





