Saham Amman Mineral Lebih Jos ketimbang NCKL dan MBMA, Ini Penyebabnya
JAKARTA, investor.id – Prospek profitabilitas PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dinilai lebih solid ketimbang dua saham IPO besar lainnya sepanjang 2023, yakni PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBM/MBMA). Ini menjadi penyebab kenaikan saham AMMN, sehingga lebih baik dari MBMA dan NCKL.
Saham AMMN melejit 57% ke level Rp 2.660 sejak menggelar debut di Bursa Efek Indonesia (BEI) 7 Juli 2023 hingga kemarin, dibandingkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) Rp 1.695. Sementara itu, saham MBMA turun 7% ke level Rp 740 dibandingkan harga perdana Rp 795, sedangkan saham NCKL terpangkas 24% menjadi Rp 950 dibandingkan harga perdana Rp 1.250.
IPO Amman Mineral adalah yang terbesar sepanjang 2023, mencapai Rp 10,7 triliun. Dalam aksi itu, perseroan melepas 6,3 miliar saham dari total saham 71,9 miliar. Di posisi kedua, ada IPO Harita Nickel sebesar Rp 10 triliun, diikuti MBM Rp 8,7 triliun.
Sementara itu, lonjakan harga saham AMMN membuat market cap perusahaan ini melejit menjadi Rp 191 triliun hingga kemarin, dibandingkan saat debut sekitar Rp 121 triliun. Kini, market cap Amman bertengger di posisi tujuh, naik satu posisi dibandingkan hari sebelumnya di delapan, menggeser PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
Di puncak, masih bertahan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan market cap Rp 1.114 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 855 triliun, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp 661 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 527 triliun, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 369 triliun, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 268 triliun.
Sementara itu, market cap TPIA di posisi delapan mencapai Rp 181 triliun, diikuti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 164 triliun, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 148 triliun.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, pertumbuhan market cap Amman Mineral didorong oleh beberapa hal. Pertama, euforia saat IPO, lantaran Amman Mineral adalah perusahaan pertambangan emas dan tembaga nomor dua di Indonesia setelah PT Freeport Indonesia.
“Rencana ekspansi Amman Mineral pasca-IPO tentu menjadi magnet yang meningkatkan tingkat profitabilitas ketimbang emiten pertambangan lainya,” kata dia kepada Investor Daily, Jumat (28/7/23).
Belum lagi, lanjut Nafan, valuasi saham AMMN saat IPO menarik IPO, yakni di bawah 10 kali. Adapun saat ini, PER saham AMMN, berdasarkan data RTI mencapai 10,13 kali. Bandingkan dengan PER saham MBMA yang mencapai 55.377 kali, sedangkan NCKL 9,5 kali.
Faktor lainnya, kata dia, adalah kinerja mentereng selama 2022, yang disebabkan commodity boom price.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






