Kamis, 14 Mei 2026

AMMN, TPIA, CUAN, AMRT Keluar dari Indeks MSCI Global Standard, Kok Bisa?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
13 Mei 2026 | 08:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - MSCI Inc akhirnya mengumumkan hasil tinjauan indeks Mei 2026 untuk indeks ekuitas MSCI pada 12 Mei 2026. Semua perubahan akan diimplementasikan pada penutupan perdagangan tanggal 29 Mei 2026.

MSCI mengeluarkan enam saham emiten Indonesia dari perhitungan MSCI Global Standard Index. Keenamnya adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Kemudian, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Kaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Namun AMRT dimasukkan ke perhitungan MSCI Small Cap Index.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Stockbit Sekuritas menilai index review Mei 2026 ini sejalan dengan ekspektasi mereka sebelumnya, di mana pembekuan pasar Indonesia oleh MSCI dipertahankan, sehingga tidak ada penambahan baru ke MSCI Global Standard Indexes. Dan MSCI mengeksekusi deletion atas saham dalam daftar konsentrasi kepemilikan yang tinggi (high shareholding concentration/HSC) seperti BREN dan DSSA sesuai preseden Hong Kong, serta penyesuaian free float yang berdampak pada beberapa konstituen non–HSC.

Deletion saham HSC (BREN, DSSA) sesuai yang sudah disampaikan MSCI pada April lalu. Kedua saham berpotensi mengalami tekanan jual dari passive fund di sekitar rebalancing efektif pada 29 Mei 2026,” sebut catatan Stockbit Sekuritas, Rabu (13/5/2026).

Terkait, deletion non–HSC (AMMN, TPIA, CUAN) dan downgrade AMRT ke Small Cap, Stockbit menilai ini kemungkinan besar mencerminkan dampak penyesuaian free float yang lebih rendah oleh MSCI dengan menggunakan data kepemilikan >1% dari KSEI, yang risikonya sudah Stockbit sampaikan sebelumnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 31 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 41 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 42 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 53 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia