Saratoga (SRTG) Bukukan Rugi Bersih Investasi Rp 15 Triliun, Ini Penyebabnya
JAKARTA, investor.id – Semester I-2023, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp 12,21 triliun. Dengan rugi bersih atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya mencapai Rp 15 triliun.
Padahal di semester I-2022, perusahaan masih mengantongi laba periode berjalan Rp 3,32 triliun dengan laba bersih atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya Rp 2,7 triliun.
Direktur Keuangan Saratoga (SRTG) Lany D Wong mengungkapkan, pada periode ini harga saham di sejumlah portofolio Saratoga mengalami penurunan. Seperti saham ADRO dan MDKA. Hal ini kemudian berdampak pada nilai NAV dan posisi laba/rugi perusahaan.
“Meski begitu, nilai kerugian yang tercatat pada semester I-2023 ini sebagian besar merupakan kerugian yang belum direalisasikan dan hanya tercatat di laporan laba/rugi,” ungkap Lany melalui keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (29/7/2023).
Menurut Lany, yang perlu dipahami bahwa sebagai perusahaan investasi, Saratoga selalu melakukan penyesuaian nilai setiap portofolio secara mark to market. Dengan posisi likuiditas perusahaan yang kuat, perseroan optimistis strategi investasi dapat dieksekusi secara optimal dan memberikan nilai tambah maksimal bagi pemegang saham.
“Baik melalui peningkatan nilai NAV perusahaan maupun distribusi dividen,”papar Lany.
Tidak hanya itu, lanjut lany, nilai investasi portofolio Saratoga yang sudah listed, dipengaruhi banyak faktor, mulai dari peningkatan inflasi, suku bunga, dan pergerakan harga komoditas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



