Jumat, 15 Mei 2026

Mitratel (MTEL) Cetak Laba Rp 1 triliun, Analis Sebut Sesuai Ekspektasi  

Penulis : Parluhutan Situmorang
31 Jul 2023 | 09:16 WIB
BAGIKAN
solar panel di menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/MTEL)
solar panel di menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/MTEL)

JAKARTA, Investor.id –  Keberhasilan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 14,7% menjadi Rp 1,02 triliun pada semester I-2023 mendapatkan pandangan positif dari sejumlah analis. Realisasi tersebut telah sesuai dengan estimasi yang telah ditetapkan.

Sejumlah analis dalam risetnya beberapa waktu lalu memasang target kenaiukan laba bersih MTEL  berkisar Rp 1,9-2,1 triliun pada 2023. Dengan raihan laba bersih Rp 1,02 triliun hingga Juni, pencapaian tersebut sudah mencapai 50% dari ekspektasi pelaku pasar. 

Analis BCA Sekuritas Fakhrul Arifin dalam catatan singkatnya menyebutkan bahwa pencapaian MTEL pada semester I-2023 sudah in-line dengan estimasinya maupun konsensus analis.

ADVERTISEMENT

Selain bottom-line yang sudah sesuai estimasi, Fakhrul juga memberikan pandangan positif keherasilan perseroan mencetak kenaikan margin EBITDA pada semester I-2023. “Margin EBITDA tetap tinggi di 81,3%, sementara EBITDA terus naik hingga Rp3,4tn (+16,7% yoy) di 1H23, setara dengan 49,0% & 48,2% dari kami dan perkiraan sejalan,” tulisnya dalam catatan singkat.

Didukung pencapaian kinerja keuangan sudah sesuai estimasi, BCA Sekuritas tetap mempertahankan rating buy saham MTEL dengan target harga tidak diubah atau dipertahnakan level 950 per saham.

Pertumbuhan EBITDA yang mencerminkan kinerja operasional MTEL tersebut juga sejalan dengan ekspektasi Samuel Sekuritas. Capaian EBITDA MTEL yang juga tumbuh dobel digit di semester I-2023 hingga Rp 3,4 triliun tersebut mencapai 50% dari perkiraan analis Samuel Sekuritas sebagaimana ditulis dalam catatan singkatnya.

Penguatan Efisiensi

Sementara itu, Jefferies, lembaga investasi global, juga memberikan catatan bahwa kinerja MTEL sejalan dengan guidance pertumbuhan perseroan. Untuk diketahui, MTEL menargetkan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA untuk tahun 2023 mencapai 11%.

Kinerja keuangan MTEL yang solid di sepanjang tahun 2023 ini ditopang adanya pertumbuhan pendapatan dan upaya perseroan meningkatkan efisiensi.

Pendapatan MTEL tumbuh 11% yoy menjadi Rp 4,1 triliun, dipicu pertumbuhan tenan yang signifikan. Untuk diketahui, jumlah tenan MTEL per akhir Juni 2023 mencapai 54.718 atau naik 24,6% yoy dari akhir Juni 2022 yang hanya 43.900 tenan.

Sedangkan dari sisi biaya, beban operasional perseroan justru turun 7,4% yoy menjadi Rp 776 miliar per akhir Juni 2023 dari Rp838 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika memperhitungkan beban depresiasi dan amortisasi, total beban MTEL hanya naik 8,0% yoy dan lebih rendah dari pertumbuhan pendapatan. Hal inilah yang membuat marjin perseroan juga ikut mengalami kenaikan.

“Hasil kinerja di semester I-2023 menunjukkan komitmen perseroan untuk terus meningkatkan nilai pemegang saham (shareholders value) melalui 3 langkah utama yaitu ekspansi bisnis untuk mendukung pertumbuhan pendapatan yang sustainable, cost leadership untuk meningkatkan marjin bisnis serta mempertahkankan resiliensi di tengah gejolak ekonomi global” Direktur Utama MTEL tutur Theodorus Ardi Hartoko.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia