Jumat, 15 Mei 2026

Laba Semester I Melesat, Impack Pratama (IMPC) bisa Raup Rp 390 Miliar di 2023

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
31 Jul 2023 | 13:47 WIB
BAGIKAN
Impack Pratama (IMPC). (Foto: Perseroan)
Impack Pratama (IMPC). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, Investor.id - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) membukukan penguatan laba bersih sebesar 56,30% menjadi Rp 220 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 141 miliar. Kinerja positif ini didukung atas melesatnya penjualan selama hari raya Idul Fitri. 

Direktur Utama Impack Pratama Industri Haryanto Tjiptodihardjo menyebutkan,  sama dengan tahun-tahun sebelumnya, momen Idul Fitri mendongkrak penjualan perseroan pada kuartal II-2023. Pada periode itu saja dibukan pendapatan sebesar Rp 1,38 triliun, bertumbuh tipis dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1,34 triliun. 

Melanjutkan pencapaian positif pada semester I, Haryanto mengatakan, perseroan berkomitmen mengejar laba bersih senilai Rp 390 miliar tahun ini. Target itu akan dicapai dengan efisiensi operasional dan juga beberapa strategi lainya.

ADVERTISEMENT

“Kinerja Perseroan setiap tahunnya akan menguat di semester kedua. Kami berharap mampu mendekati target pendapatan kami yang sebesar Rp 3,3 triliun. Diimbangi dengan efisiensi operasional, kami optimis dapat mencapai target Laba Bersih tersebut,” jelasnya di Jakarta, belum lama ini.

Dari segi operasional, dia mengatakan, perseroan telah menambah kapasitas produksi plafon uPVC hingga dua kali lipat. Perseroan juga akan meningkatkan kapasitas produksi plafon uPVC masih hingga empat kali dari kapasitas awal dan mesin tambahan akan ditempatkan di pabrik baru perseroan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah. Pabrik baru ini akan menjadi pabrik ke-11 dan diestimasikan mulai beroperasi pada semester I-2024.

Adapun sepanjang semester pertama 2023, total aset dari IMPC tercatat berjumlah Rp 3,39 triliun yang terdiri atas aset lancar senilai Rp 1,65 triliun dan aset tidak lancar Rp 1,74 triliun. Sedangkan pos liabilitas berjumlah Rp 1,12 triliun.  

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia