Sudah Punya Banyak, Hengtong Mau Caplok Lagi 42% Saham VOKS, termasuk yang Low Tuck Kwong?
JAKARTA, investor.id - Saham PT Voksel Electric Tbk (VOKS) nyetrum pada perdagangan sesi I, Senin (31/7/2023). Saham ini diparkir di Rp 218 atau melesat 21,11%. Sebanyak 19,43 juta saham ditransaksikan, frekuensi 2.189 kali, dan nilai transaksi Rp 3,92 miliar.
Saham emiten yang bergerak di industri kabel ini melambung setelah diumumkannya rencana akuisisi VOKS oleh Hengtong Optic-Electric International Co. Dalam pengumuman Hengtong di media massa pada Jumat, 28 Juli dijelaskan bahwa Hengtong sudah memiliki secara tidak langsung 1,25 miliar saham Voksel Electric, yang mana saat ini dimiliki melalui perantara pedagang efek, yakni DBS Vickers (Hong Kong) Limited A/C Client.
Kemudian, Hengtong berencana untuk mengambil alih sejumlah total 1.785.682.245 saham atau 42,97% yang dimiliki beberapa pemegang saham VOKS saat ini. Telah ditandatangani term sheet yang tidak mengikat.
Tujuan rencana pengambilalihan, menurut pihak Hengtong adalah untuk pengembangan usaha dan memperluas jaringan usaha. Apabila rencana pengambilalihan telah selesai dilaksanakan, maka Hengtong akan menjadi pengendali baru perusahaan dan akan melaksanakan penawaran tender wajib.
Kendati demikian, belum disebutkan rinci siapa saja yang akan menjual sahamnya kepada Hengtong Optic-Electic International. Selain itu, terpisah dalam keterbukaan informasi VOKS dijelaskan bahwa harga indikasi adalah Rp 226 per saham, dengan harga definitif yang akan ditetapkan dalam SPA.
Per 30 Juni, pemegang saham VOKS terdiri dari SWCC Corporation 10,02%, DBS Vickers (Hong Kong) Limited A/C Client 30,08%, Low Tuck Kwong 7,93%. Apabila menggunakan asumsi harga sesi I, maka kepemilikan Low Tuck Kwong atas 329.331.640 saham VOKS sebesar Rp 71,79 miliar.
Kemudian, terdapat nama David Lius sebagai pengendali perseroan memiliki 4,82%, lalu Linda Lius 4,57%, dan Hardi Sasmita 4,9%. David Lius juga merupakan direktur utama perseroan, Linda Lius sebagai komisaris, dan Hardi Sasmita juga komisaris. Selain itu, terdapat pemegang saham masyarakat warkat 0,81% dan masyarakat non warkat sebanyak 36,87%.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




