XL Axiata (EXCL) Bakal Tambah Site Baru, Jumlahnya Fantastis
JAKARTA, investor.id – PT XL Axiata Tbk (EXCL) bakal mengeksekusi penambahan site baru di berbagai wilayah di Indonesia. Jumlahnya disebut-sebut fantastis dalam sejarah perseroan.
Direktur XL Axiata (EXCL) I Gede Darmayusa menjelaskan, penambahan site baru tahun ini akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah perseroan dibandingkan dengan penambahan site-site baru yang pernah perseroan lakukan di tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga:
IPO INET Sukses, Rupanya Ada Andil Hipmi“Kita biasa bangun 1.500-2.000, dan 2.500. Tahun ini, jumlahnya bisa dua kali lipat,” ucap Gede kepada media di Menara XL Axiata di Kuningan Jakarta, Senin (31/7/2023).
Menurut Gede, penambahan site tersebut akan memanfaatkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini senilai Rp 8 triliun yang sepanjang semester I-2023 kemarin realisasinya belum begitu maksimal.
Ia beralasan, hal itu terjadi lantaran perseroan ingin memastikan investasi yang dikucurkan tepat sasaran. Karenanya, realisasi capex akan perseroan genjot di paruh kedua tahun ini dengan mengalokasikan mayoritas belanja modal untuk mendukung penambahan site-site baru.
Baca Juga:
Sudah Punya Banyak, Hengtong Mau Caplok Lagi 42% Saham VOKS, termasuk yang Low Tuck Kwong?Secara terpisah, Head of External Communication XL Axiata (EXCL) Henry Wijayanto menerangkan bahwa penguatan site ini akan dieksekusi perseroan dengan cara menyewa (leasing) dari berbagai penyedia infrastruktur telekomunikasi.
Seperti diketahui ada beberapa nama besar yang bermain di industri infrastruktur telekomunikasi seperti anak usaha Telkom Indonesia yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), kemudian PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
“Ya, kita merata sewa di nama-nama itu,” tutur Henry.
Adapun lokasinya, Henry menambahkan, perseroan akan fokus memperkuat jaringan di luar jawa seperti Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Soalnya, wilayah-wilayah tersebut menilai memiliki potensi pertumbuhan yang bagus.
Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, emiten dengan kode saham EXCL ini berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk sebesar Rp 658 miliar. angka ini tumbuh sebesar 12% secara yoy.
Bukan hanya dari sisi laba bersih, perseroan juga membukukan pertumbuhan dari sisi pendapatan sebesar 12% menjadi Rp 15,7 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 14 triliun. Ebitda juga tumbuh sebesar 14% secara menjadi Rp 7,6 triliun dengan marjin mencapai 49%.
Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XL Axiata (EXCL) Dian Siswarini menyampaikan, perseroan mampu mencetak kinerja solid dengan menorehkan pertumbuhan double digit sepanjang semester I-2023. “Ini merupakan hasil dari upaya maksimal kami di semua aspek bisnis untuk merebut pasar,” jelas Dian dalam keterangan resminya.
Pada pengembangan layanan FMC, Dian melanjutkan, perseroan terus memperkuat fondasi sebagai perusahaan penyedia layanan konvergensi terdepan di Indonesia. Bukan hanya pada produk yang sudah convergence, tetapi juga pada sisi organisasi, jaringan, IT, hingga distribusi. Dengan begitu, maka, EXCL tetap menjadi yang terdepan bagi layanan FMC.
Sebagai informasi, XL Axiata menutup semester pertama 2023 dengan total pelanggan sebanyak 58 juta, dengan pencapaian blended ARPU (average revenue per user) yang juga meningkat dari Rp 38 ribu di periode yang sama tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp 41 ribu.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler



