Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan Garuda (GIAA) Melonjak 58%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
1 Aug 2023 | 09:15 WIB
BAGIKAN
Pesawat Garuda Indonesia (GIAA). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pesawat Garuda Indonesia (GIAA). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Perusahaan penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membukukan pendapatan usaha total US$ 1,39 miliar pada semester I-2023. Angkanya meningkat 58,8% dari US$ 878,69 juta di semester I-2022.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, Garuda Indonesia memang masih membukukan rugi periode berjalan US$ 76,38 juta (sekitar Rp 1,14 triliun) per 31 Juni 2023.

Kendati demikian, jumlahnya berkurang dibandingkan per 31 Maret 2023 (kuartal I-2023) yang saat itu membukukan rugi periode berjalan US$ 110,03 juta (Rp 1,65 triliun). Artinya, kinerja kuartal II (April-Juni) tahun ini membaik – alias mencetak laba – sehingga rugi periode berjalan berkurang US$ 33,65 juta (sekitar Rp 504 miliar) jadi US$ 76,38 juta di penghujung Juni 2023.

ADVERTISEMENT

Adapun rincian pendapatan usaha di paruh pertama tahun ini terdiri dari penerbangan berjadwal US$ 1,10 miliar, penerbangan tidak berjadwal US$ 142,45 juta, dan lainnya US$ 151,37 juta. Ketiganya melambung dibandingkan pencapaian semester I-2022.

Beban usaha total di semester I-2023 sebesar US$ 1,26 miliar, sedikit naik dari periode yang sama tahun lalu di angka US$ 1,21 miliar.

Garuda (GIAA) membukukan rugi sebelum pajak US$ 109,56 juta di enam bulan pertama 2023. Memang berbanding jauh dari raihan laba sebelum pajak di semester I-2022 yang mencapai US$ 4 miliar. Akan tetapi, pada enam bulan pertama tahun lalu itu, Garuda mencatatkan pendapatan dari restrukturisasi utang US$ 2,85 miliar dan juga keuntungan dari restrukturisasi pembayaran US$ 1,33 miliar.

Per 30 Juni 2023, total aset Garuda Indonesia US$ 6,28 miliar, liabilitas US$ 7,89 miliar, dan ekuitas masih negatif US$ 1,61 miliar. Kas dan setara kas US$ 428,11 juta.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia