Pendapatan Garuda (GIAA) Melonjak 58%
JAKARTA, investor.id - Perusahaan penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membukukan pendapatan usaha total US$ 1,39 miliar pada semester I-2023. Angkanya meningkat 58,8% dari US$ 878,69 juta di semester I-2022.
Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, Garuda Indonesia memang masih membukukan rugi periode berjalan US$ 76,38 juta (sekitar Rp 1,14 triliun) per 31 Juni 2023.
Kendati demikian, jumlahnya berkurang dibandingkan per 31 Maret 2023 (kuartal I-2023) yang saat itu membukukan rugi periode berjalan US$ 110,03 juta (Rp 1,65 triliun). Artinya, kinerja kuartal II (April-Juni) tahun ini membaik – alias mencetak laba – sehingga rugi periode berjalan berkurang US$ 33,65 juta (sekitar Rp 504 miliar) jadi US$ 76,38 juta di penghujung Juni 2023.
Adapun rincian pendapatan usaha di paruh pertama tahun ini terdiri dari penerbangan berjadwal US$ 1,10 miliar, penerbangan tidak berjadwal US$ 142,45 juta, dan lainnya US$ 151,37 juta. Ketiganya melambung dibandingkan pencapaian semester I-2022.
Beban usaha total di semester I-2023 sebesar US$ 1,26 miliar, sedikit naik dari periode yang sama tahun lalu di angka US$ 1,21 miliar.
Baca Juga:
Baru Saja Transfer Duit ke Pemegang Saham, Samudera Indonesia (SMDR) Sudah Mau Bagi-bagi LagiGaruda (GIAA) membukukan rugi sebelum pajak US$ 109,56 juta di enam bulan pertama 2023. Memang berbanding jauh dari raihan laba sebelum pajak di semester I-2022 yang mencapai US$ 4 miliar. Akan tetapi, pada enam bulan pertama tahun lalu itu, Garuda mencatatkan pendapatan dari restrukturisasi utang US$ 2,85 miliar dan juga keuntungan dari restrukturisasi pembayaran US$ 1,33 miliar.
Per 30 Juni 2023, total aset Garuda Indonesia US$ 6,28 miliar, liabilitas US$ 7,89 miliar, dan ekuitas masih negatif US$ 1,61 miliar. Kas dan setara kas US$ 428,11 juta.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





