Eagle High (BWPT) Berhasil Pertahankan Kenaikan Double Digit
JAKARTA, Investor.id – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan hingga dua digit (double digit) pada semester I-2023. Pertumbuhan kuat tersebut ditargetkan berlanjut hingga akhir tahun ini.
Perseroan mencatatkan pertumbuhan volume penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan palm kernel (PK) masing-masing 22% dan 26% hingga Juni 2023, dibandingkan dengan periode sama sebelumnya.
Volume penjualan CPO BWPT meningkat dari 141.037 ton menjadi 172.225 ton. Begitu juga dengan volume penjualan PK naik dari 23.809 ton menjadi 30.075 ton YoY. BWPT juga berhasil mencatatkan peningkatan yield produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 20% per hektare.
Terkait kinerja keuangan, Direktur Utama BWPT Henderi Djunaidi mengatakan, perseroan berhasil membalikkan kerugian menjadi laba periode berjalan menjadi Rp 63,80 miliar pada semester I-2023, dibandingkan dengan rugi periode berjalan tahun lalu Rp 197,69 miliar.
Sedangkan pendapatan perseroan turun dari Rp 2,31 triliun menjadi Rp 2,14 triliun pada semester I-2023. “Penurunan rata-rata harga jual CPO dan PK yang signifikan di semester I tahun ini, dibandingkan semester I-2022, berimbas terhadap penurunan pendapatan perseroan sebanyak 8%,” ujarnya di Jakarta, Selasa (1/8/2023).
Djunaidi menambahkan, pencapaian BWPT sepanjang semester I-2023 sudah sejalan dengan target pertumbuhan double digit yang ditetapkan perseroan tahun ini atau sama dengan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Target tersebut akan dicapai dengan melanjutkan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya.
“Melihat pencapaian perseroan sampai semester I tahun ini, BWPT optimistis dapat melanjutkan tren pertumbuhan double digit secara finansial dan operasional tahun 2023,” tutup Henderi.
Capex Rp 1 Triliun
Selain itu, dia mengatakan, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 1 triliun. Dana ini akan dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis agresif selama tiga tahun ke depan.
Capex tersebut akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan beberapa pabrik baru kelapa sawit, biogas plant, serta penambahan areal perkebunan kelapa sawit, baik secara organik ataupun anorganik.
“Satu pabrik rencananya dibangun di Kalimantan Timur dengan target groundbreaking awal Agustus 2023. Perseroan juga mengalokasikan capex untuk penerapan inisiatif-inisiatif ESG serta transformasi digitalisasi yang terintegrasi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” ujar Henderi.
Perseroan sebelumnya berhasil menambah 2 sertifikasi ISPO dan ditargetkan penambahan satu lagi sertifikasi RSPO dalam waktu dekat. Penambahan sertifikat ini sudah sesuai dengan roadmap yang telah ditetapkan.
Eagle High Plantations merupakan perusahaan yang beroperasi di bidang perkebunan kelapa sawit yang memproduksi tandan buah segar (TBS) dan pabrik kelapa sawit yang menghasilkan minyak kelapa sawit (CPO) dan inti sawit (PK). Pusat kegiatan operasional berada di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua dengan total luas lahan perkebunan mencapai 87.000 hektare.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler


