IPO, Perusahaan Tommy Soeharto (HUMI) Patok Harga Rp 100
JAKARTA, investor.id - Perusahaan Tommy Soeharto, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 2,7 miliar saham atau 15%. Harganya dipatok di Rp 100 per saham.
Dalam prospektus final perseroan, Rabu (2/8/2023), disebutkan bahwa jumlah seluruh nilai IPO ini Rp 270,70 miliar. Masa penawaran umumnya berlangsung pada 2-7 Agustus dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Agustus. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek adalah Reliance Sekuritas Indonesia.
Bersamaan dengan IPO, Humpuss Maritim (HUMI) juga menerbitkan 1.353.500.000 saham secara gratis bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang 2 saham baru berhak memperoleh 1 waran. Di mana, setiap waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham HUMI dengan harga pelaksanaan Rp 200. Total jumlah pelaksanaan waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp 270,7 miliar.
Pemegang saham Humpuss Maritim Internasional (HUMI) sebelum IPO adalah PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) 89,998%, PT Humpuss Transportasi Kimia 10%, dan Koperasi Karyawan Bhakti Samudra 0,002%. Pengendali perseroan adalah Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.
Adapun saham Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) sudah dicatatkan terlebih dahulu di bursa sejak 1997. Sedangkan anak usaha HUMI, PT GTS Internasional Tbk (GTSI) sahamnya dicatatkan di BEI sejak 2021.
Dana IPO
Bidang usaha yang dijalankan HUMI melalui entitas anak ditunjang dari penyediaan jasa persewaan kapal, terutama untuk pengangkutan gas alam cair (LNG), jasa layanan angkutan bahan bakar premium dan crude oil, pengangkutan bahan kimia dan petrokimia, jasa penunjang kegiatan lepas pantai.
Selain itu, penyediaan floating storage regasification unit (FSRU) serta jasa penunjang armada laut (marine support) yang pengelolaan kapalnya melalui entitas anaknya, dipastikan mengacu pada peraturan yang berlaku pada industri tersebut yang mengedepankan aspek operasi kapal, pelaut, lingkungan kerja, dan keselamatan kerja.
Seluruh dana IPO setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 10% akan digunakan HUMI untuk kebutuhan modal kerja perseroan. Sebesar 90% akan digunakan untuk memperkuat equity dalam rangka pengembangan usaha entitas anak perseroan.
Sedangkan, dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I, sebesar 10% akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan 90% untuk modal kerja dan belanja modal di entitas anak.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





