Mutu International (MUTU) Pasang Harga IPO Rp 108, Ternyata Terafiliasi dengan Emiten Ini
Mutu International merupakan perusahaan di bidang jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (testing, inspection, and certification) atau TIC. MUTU merupakan perusahaan afiliasi dari PT Mitra Investindo Tbk (MITI).
Afiliasi ini karena adanya kepemilikan saham oleh PT Inti Bina Utama (IBU) secara langsung di MITI dan kepemilikan saham PT Baruna Bina Utama (BBU) secara tidak langsung di MITI melalui PT Prime Asia Capital. Sedangkan hubungan afiliasi di MUTU adalah melalui kepemilikan saham langsung BBU pada MUTU dan kepemilikan saham secara tidak langsung IBU melalui PT Sentra Mutu Handal.
MITI merupakan emiten yang tercatat di bursa sejak tahun 1997 yang telah bertransformasi menjadi perusahaan jasa transportasi pelayaran domestik dan logistik. Pada Desember 2022 lalu, MITI sukses menambah portofolio usaha pelayaran domestik, manajemen dan keagenan kapal, serta bongkar muat (stevedoring), melalui akuisisi PT Pelayaran Karana Line dan PT Karya Abdi Luhur.
Akuisisi tersebut menandai masuknya PT Inti Bina Utama sebagai pengendali baru MITI, yang juga merupakan pemegang saham tidak langsung dari PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) alias Mutu International.
Dalam public expose pada tanggal 13 Juli 2023, MUTU mengklaim memiliki sekitar 4.000 klien dari berbagai belahan dunia. Seluruh dana IPO MUTU setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 66% akan digunakan untuk keperluan capital expenditure (capex), dan 34% untuk keperluan operational expenditure (opex).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





