Jumat, 15 Mei 2026

Tak Hanya Sahamnya Terbang 800%, Penjualan Emiten Ini Ternyata juga Sudah Lampaui Target

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
2 Aug 2023 | 13:30 WIB
BAGIKAN
Seremoni pencatatan perdana saham PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) pada Februari lalu. (Foto: Istimewa)
Seremoni pencatatan perdana saham PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) pada Februari lalu. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id - PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) mencatatkan penjualan sebesar Rp 212 miliar pada semester pertama 2023. Angka tersebut sudah melampaui target penjualan sepanjang tahun ini, yakni Rp 154 miliar.

Direktur Utama Pelita Teknologi Global, Ardarini mengatakan, pencapaian perseroan terealisasi akibat bantuan dana initial public offering (IPO), di mana perseroan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 8 Februari 2023.

“Saham kami yang dinamakan CHIP mendapat respons positif dari market. Proyeksi kami di 2023, target penjualan kami adalah Rp 154 miliar, dan alhamdulillah saat ini posisi bulan ini kami sudah achieve lebih dari angka ini," kata Ardarini dalam keterangannya, Rabu (2/8/2023).

ADVERTISEMENT

Ardarini menjelaskan kinerja perseroan ditopang penjualan operating system & sim-card senilai Rp 202,3 miliar. Sementara itu, penjualan lainnya yakni scratch card sebesar Rp 8,34 miliar, fulfillment sejumlah Rp 1,45 miliar, dan application Rp850,7 juta. Dengan realisasi penjualan yang mencapai Rp 212,94 miliar.

Sejalan dengan meningkatnya pendapatan, laba bersih periode Juni 2023 dari CHIP juga melesat menjadi Rp 12,45 miliar di mana pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan ini menorehkan laba bersih sebesar Rp 1,92 miliar. Dengan demikian, kata Ardarini, perseroan hampir merealisasikan target laba bersih pada 2023 yaitu Rp 15,6 miliar.

Sementara itu, jumlah aset pada kuartal II-2023 sebesar Rp 111,30 miliar atau tumbuh sekitar 67% jika dibandingkan dengan laporan keuangan per 31 Desember 2022. Pertumbuhan ini salah satunya kontribusi dari meningkatnya kas dan bank per 30 Juni 2023 mencapai Rp 29,31 miliar.

Sedangkan jumlah liabilitas sebesar Rp 51,43 miliar pada periode 30 Juni 2023 dan sebesar Rp 46,91 miliar pada periode 31 Desember 2022.

Saham

Tak hanya penjualannya, sahamnya pun melesat jauh dari harga perdana. Per penutupan sesi I tanggal 2 Agustus, saham CHIP diparkir di Rp 1.445 atau melemah 3,99%. Kendati demikian, dari harga perdana Rp 160, saham ini sudah terbang 803,12%. Kapitalisasi pasar (market cap) CHIP juga sudah tembus lebih dari Rp 1 triliun, dari sebelumnya hanya Rp 128,9 miliar.

Ke depannya, untuk mempertahankan kinerja positif tersebut, perseroan akan memaksimalkan kapasitas produksi dan penambahan fasilitas pabrik yang akan diiringi dengan pengembangan dan ekspansi pasar pada lini usaha solution. “Manajemen juga akan realistis dan mengikuti perkembangan bisnis yang terjadi di pasar,” ujar dia.

Dia juga menambahkan, perseroan tengah dalam proses negosiasi dengan perusahaan induk Ooredoo yang berlokasi di Qatar agar dapat menjadi vendor bagi produk simcard. Lantaran saat ini, untuk produk sim Ooredoo dan Tri di Indonesia, CHIP menjadi vendor utama.

“Kami juga terus melakukan upaya  untuk mendapatkan customer baru dari overseas market. Salah satunya untuk kawasan Afrika melalui klien saat ini Zamtel, Zambia,” kata dia.

Di dalam negeri, lanjut Ardarini, perseroan juga tengah mendaftar atau register agar dapat diundang oleh Singtel dalam pengadaan simcard.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia