Jumat, 15 Mei 2026

Penjualan Harita Nickel (NCKL) Naik Tinggi Berkat Ekspansi

Penulis : Muawwan Daelami
2 Aug 2023 | 22:12 WIB
BAGIKAN
Fasilitas pengolahan dan pemurnian bijih nikel kadar rendah (limonit) milik PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL). PT HPL adalah pionir dalam produksi produk antara, bauran nikel dan kobalt, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sejak Juni 2021. (Foto: Harita Nickel)
Fasilitas pengolahan dan pemurnian bijih nikel kadar rendah (limonit) milik PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL). PT HPL adalah pionir dalam produksi produk antara, bauran nikel dan kobalt, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sejak Juni 2021. (Foto: Harita Nickel)

JAKARTA, investor.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)/TBP atau Harita Nickel membukukan penjualan sebesar Rp 10,2 triliun pada semester I-2023, melesat 89% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,4 triliun.

Corporate Secretary Harita Nickel Franssoka menjelaskan, pertumbuhan penjualan tersebut berkat ekspansi perseroan dalam memperkuat kapasitas produksi dari lini produksi HPAL maupun RKEF.

Dari lini produksi refinery High Pressure Acid Leach (HPAL), dia menyebutkan bahwa perseroan berhasil mencetak kenaikan penjualan MHP sebesar 22% dari 19.588 ton kandungan nikel menjadi 23.969 ton kandungan nikel pada semester pertama 2023.

ADVERTISEMENT

Harita Nickel juga membukukan kenaikan volume penjualan feronikel menjadi 37.756 ton kandungan nikel pada semester I-2023, atau naik 171% dari 13.910 ton kandungan nikel pada semester I-2022.

Sementara itu, pabrik nikel sulfat perseroan mulai berproduksi secara komersial dengan kapasitas produksi sebanyak 240.000 ton nikel sulfat per tahun. Sedangkan unit kobalt sulfat masih dalam proses uji coba produksi. Sejalan dengan itu, Harita Nickel mampu mengekspor perdana nikel sulfat sejumlah 5.800 ton pada akhir semester pertama 2023.

Walaupun harga nikel secara global melemah sejak akhir 2022, Franssoka menambahkan bahwa perseroan mampu membukukan laba bruto sebesar Rp 3,5 triliun, naik 17% dibandingkan semester I-2022 yang sebesar Rp 3 triliun.

Laba usaha emiten berkode saham NCKL ini pun terkerek 13% menjadi Rp 3,07 triliun dari Rp 2,71 triliun. Laba periode berjalan naik tipis sebesar 2% menjadi Rp 3,21 triliun dari Rp 3,16 triliun.

"Perseroan mampu mencatatkan laba bersih pemilik entitas induk sebesar Rp 1,38 triliun pada kuartal II-2023, naik dibandingkan Rp 1,37 triliun pada kuartal I-2023. Dengan demikian, laba bersih NCKL sepanjang semester I-2023 sebesar Rp 2,75 triliun," kata Franssoka dalam keterangannya. 

Dari sisi produksi, NCKL menargetkan produksi sebesar 50.000-52.000 ton kandungan nikel untuk produk MHP dan 90.000 ton kandungan nikel untuk produk feronikel pada tahun ini. Menurut Franssoka, perseroan juga berencana mengonversi sebagian produk MHP menjadi nikel suflat dan kobalt sulfat pada tahun ini.

"Dengan semakin berkembangnya industri kendaraan listrik secara global dan rencana pemerintah menjadi salah satu produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia, kami komitmen terus berinvestasi dan membangun fasilitas produksi yang dapat menggenjot volume dan nilai tambah dari produk," papar Franssoka.

Untuk itu, NCKL ekspansi dengan membangun fasilitas refinery High Pressure Acid Leach (HPAL) kedua melalui anak usahanya, PT Obi Nickel Cobalt (ONC), yang ditargetkan memiliki tiga jalur produksi dengan kapasitas produksi 65.000 ton kandungan nikel/tahun Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan diharapkan akan mulai beroperasi pada semester I-2024.

Bukan hanya itu, NCKL juga berencana memperkuat lini produksi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) melalui entitas asosiasi, PT Karunia Permai Sentosa (KPS), yang ditargetkan memiliki 12 jalur produksi dengan kapasitas produksi 185.000 ton kandungan nikel/tahun (feronikel).

"Kami harapkan RKEF akan beroperasi bertahap mulai semester II-2025. Perseroan sedang merencanakan proyek baja nirkarat (stainless steel) di mana sebagian feronikel yang diproduksi NCKL dan entitas anak di sektor RKEF akan diproses lebih jauh untuk menghasilkan produk baja nirkarat," tuturnya.

Secara terpisah, analis pertambangan Bisman Bakhtiar menilai, berdasarkan laporan keuangan semester I-2023, performa NCKL cenderung bagus. Namun, memasuki semester II-2023, kinerja perseroan bisa menjanjikan, namun tidak bisa berharap terlalu besar karena dipengaruhi faktor umum atau eksternal.

"Industri nikel tahun ini memang agak kurang bagus dan sampai akhir tahun ini saya kira masih akan banyak tantangan, antara lain permintaan yang menurun. Jadi, sampai akhir tahun ini, kinerja industri nikel secara umum akan stagnan dan cenderung menurun tipis," jelas Bisman.

Kecuali, menurut dia, terdapat percepatan pengembangan industri baterai dan EV atau peristiwa global yang berpotensi memengaruhi harga. Maka, bukan tidak mungkin, akan terjadi lonjakan permintaan dan kenaikan harga.

"Khusus NCKL, jika mampu menaikkan kinerja produksi dan didukung faktor eksternal tersebut, maka akan menjanjikan," pungkas Bisman.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia