Jumat, 15 Mei 2026

Saham ARTO Babak Belur, Penyebabnya Akhirnya Terbongkar

Penulis : Harso Kurniawan
3 Aug 2023 | 07:31 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, Investor.id – Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) turun terus dalam sebulan terakhir, sebesar 23%, dan kemarin ambles 9,8% ke level Rp 2.560. Penyebab penurunan saham bank digital ini adalah laba bersih semester I-2023 yang tak sesuai ekspektasi.

Per Juni 2023, laba bersih ARTO memang naik 42% menjadi Rp 41 miliar. Akan tetapi, jumlah itu hanya 36% dari estimasi setahun penuh konsensus analis yang direkap Bloomberg dan 46% dari proyeksi setahun CGS-CIMB. Ini dipicu realisasi pendapatan yang di bawah prediksi.

Selama semester I-2023, pendapatan usaha ARTO naik 40% menjadi Rp 924 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 659 miliar. Sementara itu, laba sebelum provisi naik 51% menjadi Rp 306 miliar, sedangkan provisi membengkak 56% menjadi Rp 262 miliar.

ADVERTISEMENT

Kuartal II-2023, pertumbuhan kredit Bank Jago mencapai 3,1% secara kuartalan menjadi Rp 11,2 triliun, didorong kenaikan pinjaman kerja sama dan ekosistem sebesar 11% menjadi Rp 9,1 triliun. Sementara itu, pembiayaan stariah turun 19% secara kuartalan menjadi Rp 1,5 triliun.  

Bank Jago juga menyalurkan kredit sebesar Rp 500 miliar melalui perusahaan terafiliasi Goto Financial, naik dari kuartal sebelumnya Rp 400 miliar dan menyumbangkan 3,7% dari total kredit.

Rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) Bank Jago turun 30 basis poin kuartal II-2023 menjadi 1,2%, dengan coverage 243%. Namun, loan at risk (LAR) membengkak 1,3% menjadi 8,6%, seiring memburuknya aset segmen syariah.

CGS-CIMB mempertahankan rekomendasi add saham ARTO dengan target harga Rp 3.200, berdasarkan PBV 2024 sebesar 5,2 kali, menggunakan Gordon Growth Model (GGM). Rerating saham ARTO adalah pertumbuhan kredit dan NIM yang lebih kencang, sedangkan risiko penurunan adalah memburuknya kualitas aset dan perlambatan kredit syariah.

“Kami pikir kinerja ARTO semester I-2023 sudah terefleksi di harga saham ARTO saat ini,” tulis broker itu.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 56 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia