Fokus Baru Grup United Tractors (UNTR)
JAKARTA, investor.id - PT United Tractos Tbk (UNTR) melalui anak usahanya, yakni PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN) mendirikan perusahaan baru bernama PT Pertiwi Nusantara Raya (PNR). PAMA memegang 99,9995 saham PNR dan EPN mengempit 0,0005% saham PNR.
“Pendirian PNR tersebut telah dinyatakan dalam Akta Pendirian No. 121 tertanggal 26 Juli 2023 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, SH, M.Kn, Notaris di Jakarta. Akta pendirian telah disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU0055637.AH.01.01. tahun 2023 tanggal 31 Juli 2023,” jelas Sekretaris Perusahaan United Tractos, Sara K Loebis dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (3/8/2023).
Sara melanjutkan, PNR akan melakukan kegiatan usaha sebagai perusahaan subinduk pada anak-anak perusahaan dari perseroan, yang bergerak pada kegiatan usaha pengelolaan kehutanan, pelestarian lingkungan, dan jasa lingkungan.
Dia menegaskan, penyertaan saham PAMA dan EPN dalam PNR merupakan kelanjutan langkah United Tractors (UNTR) secara grup untuk fokus ke arah nature based solutions, yaitu tindakan-tindakan untuk menjaga, merawat secara berkelanjutan.
“Termasuk isu terkait environmental, social, governance (ESG) dan emisi karbon. Penyertaan tersebut memberikan efek yang positif bagi kegiatan carbon offset perseroan,” terang Sara K Loebis.
Mineral
Sebelumnya diberitakan, United Tractors (UNTR) bersiap mengurangi porsi di lini usaha batu bara dengan memperkuat portofolio bisnis pertambangan mineral (mineral mining). Migrasi akan direalisasikan secara bertahap.
Direktur UNTR Iwan Hadiantoro menyampaikan, migrasi ke sektor renewable energy merupakan bentuk komitmen perseroan terhadap energi berkelanjutan. Walau begitu, pengurangan porsi di sektor batubara akan dieksekusi secara bertahap.
Pertimbangannya, kata Iwan, sektor coal mining masih menjadi kontributor utama dengan sumbangsih 70% terhadap pendapatan dan laba perusahaan hingga kini. Selain itu, perseroan melihat komoditas batu bara masih diperlukan oleh negara-negara berkembang, seperti Indonesia.
“Jadi, kita melihat niat untuk mengurangi ketergantungan batu bara dan kebijakan pemerintah perlu diseimbangkan secara keseluruhan,” ucap Iwan di Workshop Wartawan Pasar Modal di Menara Astra, Jakarta, Rabu (5/7/2023).
UNTR pun telah mengambil sikap dengan cara menekan porsi ketergantungan perseroan terhadap batu bara menjadi 50% dari sebelumnya 70% dan meningkatkan porsi non-coal related menjadi 50% dari semula 30%.
Caranya, dengan tidak lagi berinvestasi di aset-aset yang berhubungan erat dengan thermal coal dan metalurgi coal. “Kita tidak mau investasi di pembangkit listrik yang berbahan bakar batu bara. Jadi, kita tidak akan investasi lagi di power plant,” ungkapnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






