WIKA Diaudit BPKP dan Audit Internasional, Komut Buka Suara
JAKARTA, Investor.id – Kinerja keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang turun drastis sepanjang semester I-2023 menjadi tanda-tanda banyak masalah menghinggapi perusahaan pelat merah ini.
Tak hanya itu, Wika kesulitan menyetorkan modal pada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Perseroan kemudian tersandung masalah dugaan laporan kinerja keuangan (lapkeu) fiktif hingga membuat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) turun tangan. Bahkan, Wika menderita rugi Rp 1,8 triliun pada pertengahan 2023 ini.
Perihal tersebut, Komisaris Utama PT Wijaya Karya Tbk Jarot Widyoko buka suara. Dia menyebutkan bahwa saat ini, Wika sedang menjalani tiga pemeriksaan, dua pemeriksaan BPKP dan satu pemeriksaan internasional.
"Itu saya sangat dukung biar ketahuan di mana masalahnya. Karena kalau saya lihat, selama ini progresnya terpantau bagus. Hanya saja arus kas Wika memang kelihatan, kegiatan-kegiatan yang misalnya penugasan seperti KCIC," ucap Jarot di Kementerian PUPR, Senin (7/8).
Sekalipun begitu, Jarot yang juga Plt Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR enggan berkomentar lebih jauh, karena pernyataan lengkapnya biar disampaikan langsung pihak pemeriksa. Mengingat, sampai sekarang proses pemeriksaan masih terus berlangsung dan perseroan siap jika harus dievaluasi.
"Jadi, saya akan komentar setelah pemeriksaan selesai. Karena nanti yang akan menilai adalah pemeriksa. Sekarang kami sedang menjadi objek. Ini tiga diperiksa. Kalau dari sisi kami, selama ini mengawal pekerjaan dan saya lihat kita sudah mengikuti aturan," tambahnya.
Sejauh ini, Jarot menegaskan, Wika telah mendeliver pekerjaan dengan kualitas tinggi. Kemudian, proyek yang dikerjakan perseroan juga luar biasa. "Tapi, kenapa sampai terjadi (pemeriksaan) itu berarti ada rentetan-rentetan. Wika sudah berdiri lama dan penyebab masalahnya apa, supaya yang melakukan pemeriksaan yang menjawab," tutur Jarot.
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo menyoroti kinerja Direksi Wika yang lebih banyak membahas progres konstruksi dan operasi alih-alih bicara menyangkut profitabilitas.
"Jadi, kalau rapat direksi, Wika itu yang dibahas progres proyek. Tapi, gak pernah bahas arus kas, piutang, dan profitabilitas proyek. Jadi loss semua. Proyek jadi semua. Tapi, 80% rugi. Karena rapat direksi tidak pernah membahas profitablitas dari setiap proyek," ucapnya.
Tiko pun menyayangkan, perusahaan sebesar Wika tidak membahas profitabilitas dan lebih gemar menyinggung progres konstruksi. "Jadi, ini hati-hati karena kita ini ada bias kita yang bisa meng-hijack. Kalau senangnya safety, ngomongnya safety terus," tandas Tiko.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






