Jumat, 15 Mei 2026

Resmi Melantai, Begini Rencana Kerja Anak Usaha Erajaya Swasembada (ERAL)

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
8 Aug 2023 | 11:26 WIB
BAGIKAN
Outlet kelolaan Sinar Eka Selaras. (Foto: Perseroan)
Outlet kelolaan Sinar Eka Selaras. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Pasca resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) siap ekspansi gerai hingga lebih dari 100 gerai hingga akhir 2023. Ekspansi dilakukan sebagai bentuk respon minat pasar yang tinggi.

Direktur Utama Sinar Eka Selaras (ERAL) Djohan Sutanto mengatakan, dana yang diperoleh, sekitar 37% akan digunakan untuk ekspansi bisnis eksisting. Kemudian sekitar 13,75% akan digunakan untuk untuk mendukung ekspansi bisnis baru. “Selebihnya sebesar 49,25% digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan,” jelas dia kepada media, Selasa (8/8/2023).

Dia menambahkan, semenjak pandemi kesadaran masyarakat untuk berolahraga meningkat, potensi ini dimanfaatkan perseroan dengan perseroan dengan menghadirkan gadget hingga apparel pendukung tersebut.  “Perseroan memanfaatkan potensi besar dari sektor ritel gaya hidup yang terus berkembang di Indonesia. Ditambah lagi kegiatan konsumsi merupakan penopang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi nasional hingga saat ini,” ujar dia.

ADVERTISEMENT

Strategi perseroan untuk terus mengembangkan bisnis di sektor ritel gaya hidup didorong oleh keyakinan bahwa pertumbuhan penduduk usia produktif (15-59 tahun) akan menjadi pendorong utama peningkatan pengeluaran konsumsi produk gaya hidup aktif di Indonesia. Dalam hal ini, terdapat 177 juta penduduk Indonesia (66% dari total penduduk) yang termasuk dalam kelompok penduduk kategori usia produktif.

Karena populasinya yang besar, lanjut dia, Indonesia memiliki ukuran pasar ritel tertinggi dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya dengan perkiraan nilai pasar sebesar US$314,2 miliar pada 2025 berdasarkan data dari Frost & Sullivan. “Permintaan produk gaya hidup aktif di Indonesia menunjukkan trajectory yang positif, mengingat dominasi penduduk usia produktif menjadi pendukung utama pertumbuhan PDB dan konsumsi di Indonesia,” kata Djohan.

Hingga saat ini, ERAL telah memiliki berbagai portofolio brand papan atas untuk sejumlah segmen produk di sektor ritel. Di segmen Accessories (ecosystem), ERAL mengelola berbagai brand produk papan atas, seperti halnya Apple, Huawei, JBL, Microsoft, Playstation, Samsung, Xiaomi, dan sebagainya. Sementara di segmen Internet of Things (IoT), ERAL mengelola brand DJI, Garmin, GoPro, Marshall, Segway dan sebagainya.

Kemudian di segmen sportswear, fashion, dan outdoors, ERAL memiliki portofolio brand JD Sports, ASICS, serta Urban Adventure. “Kami akan menambah brand lain dalam waktu dekat, tunggu saja tanggal mainya,” kata dia. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia