Jumat, 15 Mei 2026

Listing Perdana 4 Saham, ITSEC (CYBR) Sukses ARA hingga Paperocks (PPRI) ARB

Penulis : Parluhutan Situmorang
8 Aug 2023 | 16:30 WIB
BAGIKAN
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna  (tengah) bersama para emiten, saat pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/8/2023). Tercatat sejumlah saham perdana diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, yakni PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL), PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk. (GRIA), dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI).
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna (tengah) bersama para emiten, saat pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/8/2023). Tercatat sejumlah saham perdana diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, yakni PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL), PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk. (GRIA), dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI).

ITSEC Asia

 ITSEC Asia (CYBR) merupakan perusahaan keamanan siber yang fokus pada pengembangan tiga lini usaha dan tumbuh sebagai perusahaan IT di Asia.

Direktur Utama ITSEC Asia Andri Hutama Putra sebelumnya mengatakan, IPO saham ini sehubungan dengan rencana strategis perusahaan untuk meningkatkan layanan managed security services, seperti pemantauan jaringan perusahaan terkelola dan pemantauan keamanan cloud, security solution integration, dan cyber security services.

ADVERTISEMENT

 “Jadi, tiga layanan services ini merupakan rencana bisnis yang akan kami gabung untuk menjadi layanan inovasi, khususnya di seluruh sektor yang saat ini kita lihat berkembang ke arah sektor riil atau objek vital ataupun infrastruktur vital,” kata Andri.

Dia menegaskan, ITSEC Asia (CYBR) akan memanfaatkan 87% dana hasil IPO untuk memperkuat modal kerja dan 13% sebagai belanja modal (capital expenditure/capex).

ITSEC Asia juga berencana mengembangkan entitas usaha di Singapura dan Australia dengan menggandeng sumber daya manusia Indonesia, yang kini tengah menikmati bonus demografi untuk bisa tumbuh dan berkembang secara global.

Apalagi, secara industri, aspek keamanan informasi dan siber memiliki prospek yang makin cerah, sejalan dengan berkembangnya digitalisasi. Jika dulu ITSEC Asia hanya menyasar sektor keuangan, tapi sekarang seluruh sektor yang mengandung data pribadi masyarakat wajib mempunyai baseline untuk menjaga keamanan informasi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia