Sido Muncul (SIDO) Revisi Turun Target Kinerja 2023, Berikut Alasannya
JAKARTA, Investor.id – Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menyebutkan keinginan untuk merevisi target kinerja keuangan pada 2023. Perseroan awalnya mematok target pertumbuhan pendapatan dan laba 10%.
Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan, rencana revisi turun kinerja keuangan tersebut mempertimbangkan situasi yang kurang kondusif saat ini. “Target keuangan yang baru akan disampaikan nanti setelah diselesaikan kalkulasi segala kemungkinan dari sisi operasional serta melakukan perubahan strategi untuk menghadapi situasi saat ini,” jelasnya kepada Investor Daily, Selasa (8/8/23).
Hingga semester I-2023, laba bersih Sido Muncul (SIDO) bertumbuh tipis dari Rp 445,59 miliar menjadi Rp 448,1 miliar. Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan dari Rp 1,61 triliun menjadi Rp 1,65 triliun hingga akhir Juni 2023.
David menuturkan, pertumbuhan tipis pendapatan tersebut disebabkan adanya unrealized forex loss yang dibukukan terutama pada kuartal ke-2, yaitu forex loss dari bisnis ekspor ke Nigeria, imbas dari perubahan kebijakan moneter di negara tersebut yang menyebabkan nilai tukar Naira melemah hingga 70% terhadap seluruh mata uang dunia.
Selain itu memang faktor daya beli masyarakat yang cenderung melunak pada kuartal ke-2 memberikan kontribusi pelemahan pertumbuhan bagi Sido Muncul (SIDO), terutama pasca lebaran, terutama kelas pendapatan menengah dan bawah yang masih lesu, hal ini terutama karena kenaikan harga-harga barang dan juga transportasi.
“Sementara itu konsumen mengurangi konsumsi suplemen kesehatan, sehingga penjualan pada semester pertama hanya tumbuh 3%. Namun disisi lain, operating profit dari kegiatan bisnis masih tercatat positif sebesar 6%,” ujar dia.
Sebelumnya, analis RHB Sekuritas Indonesia Vanessa Karmajaya mengungkapkan, kinerja keuangan emiten berkode saham SIDO itu diprediksi mulai menggebrak memasuki tahun 2024. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan daya beli masyarakat, invoasi produk, dan penguatan jaringan distribusi.
Penjualan produk herbal modern diprediksi tetap menjadi andalan utama penopang pertumbuhan kinerja keuangan SIDO ke depan. “Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan bersamaan dengan kecenderungan mengonsumsi obat-obat herbal menjadi faktor penguat kinerja keuangan perseroan ke depan,” tulis dia dalam riset terbaru.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


