Chandra Asri (TPIA) Lakukan Studi Kelayakan Pembangunan Bendungan Cidanau di Serang
JAKARTA, Investor.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), melalui anak usahanya PT Krakatau Tirta Industri (KTI), berencana membangun proyek bendungan Cidanau di Kabupaten Serang, Banten. Proyek itu dikerjasamakan pemerintah dengan swasta.
Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Edi Rivai mengatakan, proyek tersebut akan dibangun perseroan melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Sampai kini, progres sudah memasuki tahap studi atau kajian.
“Proyek ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan suplai air guna mendukung sektor industri dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Edi kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini. Namun sayang, Edi belum bersedia menyebutkan nilai investasi Chandra Asri (TPIA) di proyek sumber daya air tersebut.
Secara terpisah, Plt Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko membenarkan bahwa salah satu portofolio SDA yang akan dikerjasamakan pemerintah dengan swasta adalah pembangunan bendungan Cidanau.
“Bendungan Cidanau itu akan dibangun PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) dengan menggandeng Chandra Asri (TPIA). Saat ini baru penjajakan,” ucap Jarot kepada Investor Daily.
Selain bendungan Cidanau, jarot mengatakan, beberapa proyek SDA lain yang sudah dibangun pemerintah melalui kolaborasi dengan swasta, seperti bendungan Merangin, pembangunan irigasi, dan pembangunan interkoneksi high level diversion di sungai Lombok. “Bahkan, Pak Menteri Basuki sudah menyarankan untuk membangun irigasi di Aceh,” imbuhnya.
Investor Daily mencoba mengonfirmasi terkait minat Krakatau Steel dalam membangun proyek bendungan Cidanau. Corporate Secretary Krakatau Steel (KRAS) Pria Utama mengatakan, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu. “Saya cek dulu,” jawab Pria kepada Investor Daily, singkat, Selasa (8/8).
Untuk diketahui, Chandra Asri merupakan pemegang 49% saham KTI setelah resmi mengakuisisinya dari KRAS pada Januari 2023 lalu. Transaksi akuisisi ini ditandai dengan ditandatanganinya conditional shares and purchase agreement (CSPA) atau perjanjian jual beli saham bersyarat.
Direktur Utama Chandra Asri (TPIA) Erwin Ciputra mengatakan, akuisisi KTI tersebut bertujuan untuk memanfaatkan utilitas sebagai penunjang proses operasional, teknis, dan keuangan terutama untuk pengembangan kompleks petrokimia kedua Chandra Asri yang berskala global (CAP2) ke depan.
“Lebih dari itu, akuisisi bolt-on juga menjadi langkah strategis TPIA untuk mengintegrasikan seluruh aset infrastruktur, penyediaan listrik dan air dalam memenuhi kebutuhan industri di Cilegon serta mendukung kebutuhan rencana ekspansi CAP2,“ tutup Erwin.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




