Jumat, 15 Mei 2026

Bertumbuh, Adhi Karya (ADHI) dan WIKA Bukukan Kontrak Baru per Juni Total Rp 25 T

Penulis : Muawwan Daelami
10 Aug 2023 | 17:55 WIB
BAGIKAN
PT Adhi Karya Tbk (ADHI). (Ilustrasi/Ist)
PT Adhi Karya Tbk (ADHI). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, Investor.id –  PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan kontrak baru dengan total Rp 25 triliun hingga semester I-2023. Realisasi kontrak baru kedua BUMN Karya tersebut kompak bertumbuh.

Per Juni 2023, Adhi menorehkan kontrak baru sebesar Rp 14 triliun, tumbuh 20% dibandingkan perolehan kontrak tahun sebelumnya. Demikian pula, Wika dengan meraup kontrak baru sebesar Rp 11,47 triliun sampai semester I-2023. Capaian Wika ini sekaligus membuat order book perseroan naik menjadi Rp 57,29 triliun.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto menyampaikan bahwa dalam mencapai target kinerja tahun ini, perseroan menerapkan operational excellence untuk memaksimalkan produktivitas pada proyek-proyek on hand.

ADVERTISEMENT

Selain itu, perseroan juga tengah fokus menuntaskan beberapa proyek jumbo tahun ini di seperti proyek LRT Jabodebek, Jalan Tol Sigli-Banda Aceh, dan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo Seksi 1.1.

“Semua proyek itu akan berkontribusi signifikan terhadap kas operasi perseroan sehingga diharapkan dapat menjaga arus kas operasi ADHI menjadi positif di akhir 2023,” jelas Farid kepada Investor Daily, Kamis (10/8).

Asal tahu saja, baru-baru ini Adhi telah menerima pembayaran dari proyek Indoor Multifunction Stadium (IMS) yang diresmikan Presiden Jokowi pada Senin (7/8). Proyek senilai Rp 640 miliar yang dikerjakan melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) tersebut, Adhi memegang porsi sebesar 67%, PT Nindya Karya sebesar 30%, dan PT Penta sebesar 3%. “Untuk retensi proyek IMS sudah diterima sebesar 5% pada Juni 2023,” imbuh Farid.

Dirinya menambahkan, sebagian kas yang Adhi terima dari kegiatan-kegiatan tersebut selanjutnya akan perseroan siapkan untuk membayar obligasi jatuh tempo di kuartal IV-2023 ini.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Adhi bakal menghadapi obligasi jatuh tempo untuk obligasi berkelanjutan III tahap I tahun 2020 sebesar Rp 289,6 miliar pada 18 November 2023 mendatang.

Sementara Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya menjelaskan, kontrak baru yang diraih Wika sampai semester I-2023 mayoritas berasal dari segmen infrastruktur dan bangunan gedung, Engineering, Procurement, Construction, Commissioning (EPCC), industry, dan segmen properti serta investasi.

Dilihat dari komposisi pemberi kerjanya, Mahendra menyebut, sebagian besar datang dari sektor BUMN, swasta, dan pemerintah dengan skema pembayaran monthly progress.

“Perolehan kontrak baru masih akan terus bertambah sampai akhir tahun sejalan dengan partisipasi Wika di sejumlah tender proyek infrastruktur, bangunan gedung, dan EPCC,” tutur Mahendra.

Pada Juli 2023, Wika juga berhasil meningkatkan capaian kontrak baru dengan ditandatanganinya kontrak proyek Kementerian PUPR berupa revitalisasi Danau Teloko di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Proyek senilai Rp 103,36 miliar ini, Wika targetkan rampung pada Maret 2025 mendatang.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia