Jumat, 15 Mei 2026

PTPP Cetak Lonjakan Laba dan Kontrak Baru, Berikut Angkanya

Penulis : Parluhutan Situmorang
10 Aug 2023 | 18:17 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

JAKARTA, Investor.id – PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, berhasil mencapai laba bersih senilai Rp 124 miliar pada Semester I-2023. Sedangkan kontrak baru hingga Juli 2023 bertumbuh sebanyak 15,66%.

Realisasi laba bersih tersebut menunjukkan pertumbuhan sebanyak 11,08%, dibandingkan dengan perolehan laba bersih periode sama pada semester I-2022 sebesar Rp 112 miliar. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan laba perusahaan ventura dan membaiknya margin keuntungan.

Kenaikan tersebut dikontribusi oleh laba ventura bersama, termasuk proyek IKN di sektor gedung dan infrastruktur. Pertumbuhan tersebut juga didukung kenaikan laba asosiasi utamanya bersumber dari dua afiliasi PTPP, yaitu PT Celebes Railway Indonesia dan PT Indonesia Ferry Properti.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengatakan, tak hanya laba dan perolehan kontrak baru, PTPP juga menggambarkan perbaikan margin keuntungan dan sejumlah rasio. Hingga semester I-2023, gross margin perusahaan tumbuh mencapai 4,63%, operating Margin naik 6,30%, dan current ratio meningkat sebesar 17,27%.

Kontrak Baru

Hingga Juli 2023, PTPP berhasil meraih kontrak baru senilai Rp 15,68 triliun atau tumbuh sebesar 15,66% secara year on year, dibandingkan akhir Juli 2022 senilai Rp 13,55 triliun.

Sejumlah kontrak baru yang dimenangkan perseroan per Juli 2023, yaitu proyek pembangunan The North-South Commuter Paket 3C di Filipina senilai Rp 2,18 triliun, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan senilai Rp 900 miliar, Overlay Runway Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp 428 miliar, dan Gedung Toll Corridor Development senilai Rp. 299 miliar dan beberapa proyek lainnya.

Perolehan kontrak baru tersebar secara merata dari pemerintah sebesar 34%, BUMN (SOE) sebesar 31% dan swasta sebesar 35%. Berdasarkan lini bisnis perusahaan, komposisi perolehan kontrak baru terdiri dari Gedung sebesar 28%, Jalan dan Jembatan sebesar 27%, Perkeretaapian sebesar 23%, Pelabuhan sebesar 7%, Bendungan sebesar 7%, Industri sebesar 6%, Irigasi sebesar 2% dan Minyak dan Gas sebesar 1%. Sedangkan penyumbang utama kontrak baru mencapai 88% berasal dari induk usaha.

“Kami bersyukur dapat mencapai pertumbuhan laba semester I-2023, dibandingkan tahun lalu dengan kontribusi utama lebih dari 80% berasal dari induk perusahaan. Hal ini menandakan kekuatan core business PTPP di bidang konstruksi,” terangnya di Jakarta, Kamis (10/8/2023).

Selain kinerja keuangan, Bakhtiyar mengatakan, PP berhasil mempertahankan pertumbuhan kontrak baru di Juli 2023. Pertumbuhan tersebut memperkuat optimisme perseroan untuk merealisasikan pertumbuhan sebesar 15% tahun ini.

“Kami berharap target tahun ini dapat tercapai dengan mengandalkan kompetensi perusahaan, penguatan manajemen risiko dan tata kelola, peningkatan inovasi dan teknologi, serta sinergi anak usaha,” terang Bakhtiyar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia