Pendapatan dan Laba Indo Tambangraya (ITMG) Drop, Begini Rinciannya
JAKARTA, investor.id - Emiten batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akhirnya menyampaikan laporan keuangan per 30 Juni 2023. Di situ terungkap bahwa pendapatan dan laba perseroan kompak turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Indo Tambangraya meraup pendapatan bersih US$ 1,29 miliar sepanjang semester I-2023, lebih kecil 8,6% dari US$ 1,42 miliar di paruh pertama tahun 2022. Pendapatan bersih batu bara per semester pertama tahun ini dari pihak ketiga senilai US$ 1,24 miliar dan pihak berelasi US$ 51,39 juta. Sementara pendapatan jasa US$ 2,34 juta.
Sedangkan, laba periode berjalan perseroan di Januari-Juni 2023 sebesar US$ 306,7 juta, turun 33,4% secara year on year (yoy) dari posisi US$ 460,68 juta.
Di tengah pelemahan pendapatan, beban pokok pendapatan ITMG malah naik dari US$ 672,38 juta menjadi US$ 840,94 juta. Biaya penambangan mencapai US$ 286,32 juta sedangkan royalti/iuran eksploitasi US$ 193,07 juta per 30 Juni 2023.
Laba kotor anjlok dari US$ 749,16 juta ke posisi US$ 458,24 juta. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga menyusut dari US$ 460,82 juta menjadi US$ 306,94 juta. Laba per saham ikut terpengaruh dari sebelumnya US$ 0,41 per 30 Juni 2022, turun ke US$ 0,27.
Jumlah aset Indo Tambangraya per 30 Juni 2023 sebesar US$ 2,22 miliar, liabilitas US$ 430,92 juta, dan ekuitas US$ 1,79 miliar. Kas dan setara kas US$ 1,01 miliar.
Harga Batu Bara
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






