Jumat, 15 Mei 2026

Lo Kheng Hong Pertahankan Kepemilikan, Jumlah Pemegang Saham Emiten Ini Melonjak

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Aug 2023 | 09:12 WIB
BAGIKAN
PT Intiland Development Tbk (DILD). (Foto: Annual Report Perseroan)
PT Intiland Development Tbk (DILD). (Foto: Annual Report Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Emiten properti favorit Lo Kheng Hong, PT Intiland Development Tbk (DILD) menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang saham perseroan per 31 Juli 2023.

Di situ terungkap, jumlah pemegang saham Intiland Development naik signifikan 1.883 jadi 17.052 pemegang saham. Bulan sebelumnya, atau Juni 2023, jumlahnya masih 15.169 pemegang saham.

Sedangkan, Lo Kheng Hong sendiri terpantau masih mempertahankan jumlah kepemilikannya, yakni 686.416.700 saham atau 6,62%, persis sama dengan bulan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, terdapat nama PT Bina Yatra Sentosa 11,97%, Bali Private Villa (S) Pte Ltd 7,49%, PT CGS CIMB Sekuritas Indonesia 13,49%, dan CGS-CIMB Securities (Singapore) Pte Ltd 15,02%. Masyarakat non warkat menggenggam 33,29% saham, dan masyarakat dengan warkat sebanyak 1,35% saham.

Penerima manfaat akhir dari Intiland Development (DILD) adalah Hendro S Gondokusumo. Direktur utama Intiland itu pun tercatat memiliki saham DILD secara langsung 2,3%.

Kinerja

Sebelumnya diberitakan, PT Intiland Development Tbk (DILD) mencetak pendapatan usaha Rp 2,49 triliun sepanjang semester I-2023. Angkanya melesat drastis 160,2% dari Rp 960,40 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Namun demikian, per 30 Juni 2023, Intiland mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 39,56 miliar. Nilainya hanya bertambah Rp 9,18 miliar dari posisi per 31 Maret 2023 (kuartal I) di Rp 30,38 miliar.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, Intiland membukukan beban pokok penjualan dan beban langsung Rp 1,42 triliun. Yang melonjak dari Rp 622,60 miliar. Laba bruto perseroan pun tercatat Rp 1,07 triliun di paruh pertama 2023, terbang dari Rp 337,80 miliar.

Selanjutnya terdapat jumlah beban usaha Rp 170,91 miliar sehingga laba usaha Intiland (DILD) di semester I-2023 Rp 899,61 miliar. Meningkat dari Rp 165,72 miliar.

Adapun laba sebelum pajak penghasilan Rp 511,39 miliar dan laba tahun berjalan Rp 476,09 miliar. Jumlah laba tahun berjalan tersebut berbanding terbalik dari rugi tahun berjalan di semester I-2022 Rp 217,40 miliar. Sedangkan, laba per saham dasar Rp 3,82 per akhir Juni 2023.

Per 30 Juni 2023, jumlah aset perseroan Rp 15,22 triliun, liabilitas Rp 8,86 triliun, dan ekuitas Rp 6,36 triliun. Kas dan setara kas Rp 983,70 miliar.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia