Lo Kheng Hong Jual 2 Saham Ini: dari Rp 50 Juta Jadi Rp 1 Triliun di Tabungan
JAKARTA, investor.id - Investor kawakan Lo Kheng Hong mengungkapkan kembali bahwa dirinya telah menjual saham PT Panin Financial Tbk (PNLF) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) pada tahun lalu.
Lo Kheng Hong melepas seluruh kepemilikannya di saham PT Petrosea Tbk (PTRO) melalui tender offer yang digelar oleh PT Caraka Reksa Optima sebagai pengendali baru PTRO. Pak Lo – sapaan akrabnya – menjual 151.432.100 saham PTRO atau 15,01% di harga Rp 3.118 pada 29 September 2022.
Sehingga, nilai transaksinya mencapai Rp 472,16 miliar. Setelah transaksi, jumlah kepemilikan Lo Kheng Hong atas saham PTRO menjadi 0 saham.
Sedangkan, di data per 31 Desember 2021, Pak Lo tercatat menguasai 1.038.955.800 saham Panin Financial (PNLF) atau 3,24% dan menjadikannya pemegang saham terbesar kedua. Akan tetapi, di data per 31 Desember 2022, nama Lo Kheng Hong sudah tak tercantum lagi sebagai 5 pemegang saham terbesar PNLF.
Lo Kheng Hong menceritakan pengalamannya menjual saham PNLF dan PTRO. Hal tersebut diungkapkannya dalam acara bertajuk Talkshow Bersama Warren Buffett Indonesia baru-baru ini, dan dapat disaksikan di kanal YouTube WinMax Gallery.
Mulanya, Lo Kheng Hong yang hadir sebagai narasumber ditanya oleh salah satu hadirin. Pertanyaannya mengenai berapa porsi ideal dari dana yang dimiliki seseorang untuk investasi saham. Acara tersebut dimoderatori oleh Budiono Lie.
Jual Saham
Lo Kheng Hong langsung menjawab bahwa apabila menemukan saham ‘Mercy harga Bajaj’, maka dirinya akan dorong hampir semua uangnya ke saham itu. Dia hanya menyisakan sekitar Rp 50 juta buat biaya hidup sehari-hari.
“Karena kalau saya gak punya uang habis Rp 50 juta itu, kan saham saya juga berbentuk kas juga. Saya jual T+2 saya dapat kas juga masuk ke rekening saya. Saya gak takut. Saya pegang saham sama seperti pegang uang kas. Saya jual, 2 hari masuk ke rekening saya,” papar Lo Kheng Hong dikutip dari YouTube WinMax Gallery, Sabtu (12/8/2023).
Dia pun lalu menceritakan pengalamannya di saham PNLF dan PTRO. Sebelum menjual saham itu di tahun lalu, uang di tabungannya sisa Rp 50 juta. Tapi kemudian melonjak signifikan setelah menjualnya, dan uangnya Pak Lo melompat jadi sekitar Rp 1 triliun di tabungan.
“Mungkin setahun yang lalu ketika saham yang Panin Financial di Rp 170, uang saya tinggal Rp 50 juta. Gak bisa beli saham lagi. Tapi ketika saham Panin-nya naik, saya jual kemudian. Saya juga punya saham Petrosea. Petrosea diakuisisi, (lalu saham saya dijual) langsung di tabungan saya ada uang kas Rp 1 triliun,” ungkap investor berusia 64 tahun itu.
“Itu uang tunai semua?” tanya Budiono Lie, sang moderator.
“Bukan Pak, uang monopoli,” canda Pak Lo menjawab pertanyaan.
Pergerakan saham Panin Financial pada tahun lalu memang sempat meningkat tajam. Di sekitar Maret 2022, saham PNLF masih sekitar Rp 170, kemudian di bulan Juni mulai naik. Puncaknya di Oktober di mana saham ini sempat menyentuh angka Rp 700-an.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






