Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Pekan Ini Diprediksi Bullish, Didukung Seabrek Sentimen Positif

Penulis : Indah Handayani
14 Aug 2023 | 05:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Sawit(Foto: Antara Foto/Syifa Yulinnas/ via REUTERS/Files)
ilustrasi Sawit(Foto: Antara Foto/Syifa Yulinnas/ via REUTERS/Files)

JAKARTA, investor.id – Sepekan lalu, harga CPO melemah. Pekan ini, harga CPO berpotensi bergerak bullish. Didukung seabrek sentimen positif, salah satunya rilis data ekspor CPO Malaysia. 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives basis penutupan mingguan periode 4 -11 Agustus 2023, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Agustus 2023 anjlok 55 Ringgit Malaysia menjadi 3.727 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO untuk September 2023 terkoreksi 123 Ringgit Malaysia menjadi 3.703 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Oktober 2023 berkurang 142 Ringgit Malaysia menjadi 3.717 Ringgit Malaysia per ton. Pada November 2023 merosot 143 Ringgit Malaysia menjadi 3.739 Ringgit Malaysia per ton

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman Desember 2023 jatuh 156 Ringgit Malaysia menjadi 3.759 per ton. Serta, Januari 2024 turun 156 Ringgit Malaysia menjadi 3.792 Ringgit Malaysia per ton

Research and Development ICDX Girta Yoga menjelaskan, sepekan lalu, harga CPO terpantau bergerak melemah sebesar 1,17%. Selama bulan Agustus (hingga 10 Agustus), harga CPO terpantau mengalami penurunan sebesar hampir 5%. “Jika dilihat secara year to date (ytd), harga CPO mengalami tren bearish dengan penurunan yang tercatat lebih dari 12%,” ungkapnya kepada Investor Daily¸ baru-baru ini.

Yoga memprediksi, Harga CPO pekan ini berpotensi untuk terkoreksi bullish. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk periode 1-15 Agustus, perkembangan kebijakan di Indonesia terutama terkait ekspor, efek El Nino di negara produsen utama (Indonesia dan Malaysia), situasi di negara importir utama (India, Tiongkok dan Uni Eropa), dan situasi di pasar minyak kedelai.

“Untuk level resistance berada di kisaran harga 3.900 – 4.000 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif maka harga berpotensi turun menuju level support 3.600 – 3.500 Ringgit Malaysia per ton,” tambah Yoga.

Yoga menambahkan, melihat dari rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk periode 10 hari pertama bulan Agustus yang mengalami kenaikan sekitar 6%, maka mengindikasikan bahwa permintaan di negara importir sedang menguat.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 35 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia