Harga CPO Pekan Ini Diprediksi Bullish, Didukung Seabrek Sentimen Positif
JAKARTA, investor.id – Sepekan lalu, harga CPO melemah. Pekan ini, harga CPO berpotensi bergerak bullish. Didukung seabrek sentimen positif, salah satunya rilis data ekspor CPO Malaysia.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives basis penutupan mingguan periode 4 -11 Agustus 2023, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Agustus 2023 anjlok 55 Ringgit Malaysia menjadi 3.727 Ringgit Malaysia per ton.
Baca Juga:
Imbal Hasil SUN Pekan Ini Bakal TurunSedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO untuk September 2023 terkoreksi 123 Ringgit Malaysia menjadi 3.703 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Oktober 2023 berkurang 142 Ringgit Malaysia menjadi 3.717 Ringgit Malaysia per ton. Pada November 2023 merosot 143 Ringgit Malaysia menjadi 3.739 Ringgit Malaysia per ton
Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman Desember 2023 jatuh 156 Ringgit Malaysia menjadi 3.759 per ton. Serta, Januari 2024 turun 156 Ringgit Malaysia menjadi 3.792 Ringgit Malaysia per ton
Research and Development ICDX Girta Yoga menjelaskan, sepekan lalu, harga CPO terpantau bergerak melemah sebesar 1,17%. Selama bulan Agustus (hingga 10 Agustus), harga CPO terpantau mengalami penurunan sebesar hampir 5%. “Jika dilihat secara year to date (ytd), harga CPO mengalami tren bearish dengan penurunan yang tercatat lebih dari 12%,” ungkapnya kepada Investor Daily¸ baru-baru ini.
Yoga memprediksi, Harga CPO pekan ini berpotensi untuk terkoreksi bullish. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk periode 1-15 Agustus, perkembangan kebijakan di Indonesia terutama terkait ekspor, efek El Nino di negara produsen utama (Indonesia dan Malaysia), situasi di negara importir utama (India, Tiongkok dan Uni Eropa), dan situasi di pasar minyak kedelai.
“Untuk level resistance berada di kisaran harga 3.900 – 4.000 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif maka harga berpotensi turun menuju level support 3.600 – 3.500 Ringgit Malaysia per ton,” tambah Yoga.
Yoga menambahkan, melihat dari rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk periode 10 hari pertama bulan Agustus yang mengalami kenaikan sekitar 6%, maka mengindikasikan bahwa permintaan di negara importir sedang menguat.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






