Jumat, 15 Mei 2026

Harga Terdevaluasi Besar, Aksi Buyback Saham Tower Bersama (TBIG) Diprediksi Berlanjut

Penulis : Parluhutan Situmorang
14 Aug 2023 | 09:42 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). (Perseroan)
Ilustrasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). (Perseroan)

JAKARTA, Investor.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) diprediksi akan terus melanjutkan aksi pembelian kembali (buyback) saham. Hingga kini, perseroan telah mengoleksi sebanyak 96,49 juta saham treasury atau setara dengan 0,42%.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis menyebutkan, aksi buyback akan terus dilanjutkan, karena harga saham TBIG telah terdevaluasi besar menjadi Rp 1.980, dibandingkan dengan harga akusisi saham TBIG oleh Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd (BDIA) senilai Rp 3.200 pada April tahun lalu. Saat ini, BDIA menjadi pemegang 74,97% saham TBIG.

“Harga saham TBIG telah terdevaluasi banyak dan lama, dibandingkan saat BDIA mengakuisisi saham TBIG. Devaluasi tersebut akan mendorong Tower Bersama untuk terus melanjutkan pembelian kembali (buyback) saham guna meningkatkan nilai bagi pemegang saham ke depan,” tulis dia dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, Niko mengatakan, saham treasury tersebut nantinya bisa dilepas kepada pemegang saham induk BDIA atau investor strategis untuk ekspansi usaha perseroan di segmen proyek infrastruktur digital ke depan.

Bersama Digital Infrastructure adalah entitas yang didirikan berdasarkan hukum negara Singapura yang dimiliki 35,17% oleh Lynwood Hills Investment Solution Pte Ltd. Sedangkan, 100 saham Lynwood dikuasai oleh Wahana Anugerah Sejahtera yang merupakan entitas anak usaha dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

BRI Danareksa Sekuritas menargetkan penurunan tipis laba bersih TBIG tahun ini menjadi Rp 1,62 triliun, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 1,63 trliun. Sedangkan pendapatan diprediksi naik dari Rp 6,52 triliun menjadi Rp 6,63 triliun.

Sedangkan target harga saham TBIG direvisi turun dari Rp 2.900 menjadi Rp 2.500 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi tersebut menggambarkan proyeksi kinerja keuangan perseroan tahun ini lebih rendah, dibandingkan perkiraan semula.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia