Jumat, 15 Mei 2026

Kinerja Indo Tambang (ITMG) Membara, Target Harga Saham Dikerek

Penulis : Ghafur Fadillah
14 Aug 2023 | 19:01 WIB
BAGIKAN
Pengangkutan batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: Istimewa)
Pengangkutan batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) diproyeksikan membukukan peningkatan pendapatan sebesar 10-23% pada akhir 2023. Kemudian, pertumbuhan berlanjut pada 2024 dengan estimasi 17% dan pada 2025 sebesar 10%.

Peningkatan pendapatan Indo Tambang bakal didukung oleh tingkat pajak dan provisi DMO (domestic market obligation) batu bara.

“Dengan asumsi pajak yang akan dibayar sekitar 23% dari sebelumnya 30% dan penurunan provisi DMO sepanjang tahun 2023 dan 2024 menjadi US$ 10 juta dari sebelumnya US$ 31-68 juta. Jadi, kami naikkan proyeksi pendapatan tahun 2023, 2024, dan 2025,” tulis analis Indo Premier Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Reggie Parengkuan, dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Pada semester I-2023, Indo Tambang mencetak pendapatan bersih US$ 1,29 miliar, turun 8,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 1,42 miliar. Dari jumlah tersebut, pendapatan bersih batu bara pada semester I-2023 dari pihak ketiga mencapai US$ 1,24 miliar dan pihak berelasi US$ 51,39 juta. Sedangkan pendapatan jasa sebesar US$ 2,34 juta.

Adapun laba periode berjalan emiten berkode saham ITMG tersebut pada semester I-2023 senilai US$ 306,7 juta, turun 33,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 460,68 juta. Beban pokok pendapatan ITMG naik menjadi US$ 840,94 juta dari US$ 672,38 juta. Biaya penambangan mencapai US$ 286,32 juta dan royalti/iuran eksploitasi US$ 193,07 juta per 30 Juni 2023.

Alhasil, laba kotor ITMG anjlok menjadi US$ 458,24 juta dari US$ 749,16 juta. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga menyusut menjadi US$ 306,94 juta dari US$ 460,82 juta. Laba per saham ikut turun menjadi US$ 0,27 dari US$ 0,41.

Kemudian, nilai aset emiten batu bara anak usaha Banpu Thailand ini sebesar US$ 2,22 miliar, liabilitas US$ 430,92 juta, dan ekuitas US$ 1,79 miliar. Kas dan setara kas US$ 1,01 miliar.

Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia