Usai Prajogo Raup Cuan Rp 21,72 T, BEI Suspend Saham Petrindo Jaya (CUAN)
JAKARTA, Investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), Selasa (15/8/2023), seiring lonjakan harga sahamnya hingga lebih dari 10 kali lipat dalam enam bulan terakhir.
"Dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementera perdagangan saham CUAN pada 15 Agustus 2023,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Selasa (15/8/2023).
BEI menyebutkan bahwa penghentian sementara perdagangan saham CUAN tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Sedangkan tujuan penghentian untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di CUAN.
Para pihak yang berkepentingan, terang BEI, diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI kemarin, saham CUAN mencatatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 495 (24,81%) ke level tertinggi baru Rp 2.490. Dengan penguatan tersebut, berarti kurang dari enam bulan terakhir, saham CUAN telah melesat dari Rp 220 menjadi Rp 2.490 atau setara dengan 1.031% atau lebih dari 10 kali lipat.
Cuan Prajogo
Sementara itu, Prajogo Pangestu selaku pemegang saham mayoritas saham Petrindo Jaya (CUAN) menjadi pemegang saham yang paling cuan dari penguatan harga saham kurang dalam enam bulan terakhir. Penguatan harga tersebut menjadikan nilai kekayaan Prajogo kian perkasa dan menempati urutan empat terkaya di Indonesia.
Dengan penguatan harga CUAN mencapai 1.031% terhitung sejak listing perdana hingga kemarin, Prajogo Pangestu selaku pemegang 9,56 miliar saham (85,06%) telah meraup cuan senilai Rp 21,72 triliun dari saham CUAN. Sedangkan kapitalisasi pasar saham CUAN melesat menjadi Rp 28 triliun.
CUAN sebelumnya telah menuntaskan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 1,69 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 220 per unit. Melalui aksi tersebut, perseroan berhasil meraup dana sebesar Rp 371,8 miliar.
Manajemen Petrindo Jaya (CUAN) sebelumnya mengungapkan bahwa dana dari hasil IPO ini akan difokuskan untuk pengembangan bisnis PT Tamtama Perkasa, anak usahanya yang merupakan produsen batu bara termal dengan kualitas kalori tinggi di Indonesia.
Terkait kinerja keuangan, laba bersih tahun berjalan CUAN melesat dari Rp 79,55 miliar pada kuartal I-2022 menjadi Rp 97,64 miliar pada kuartal I-2023. Begitu juga dengan pendapatan perseroan melesat dari Rp 273,69 miliar menjadi Rp 503,70 miliar. Sedangkan tahun 2022, CUAN mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 2.490% dari Rp 22,03 miliar menjadi Rp 570,89 miliar.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

