Jumat, 15 Mei 2026

Saham Batu Bara Favorit Lo Kheng Hong Ini Ternyata Lagi Merangkak Naik

Penulis : Thresa Sandra Desfika
15 Aug 2023 | 10:08 WIB
BAGIKAN
PT ABM Investama Tbk (ABMM). (Foto ilustrasi: Perseroan)
PT ABM Investama Tbk (ABMM). (Foto ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Saham emiten batu bara, PT ABM Investama Tbk (ABMM) dibuka di Rp 4.100 pada perdagangan sesi I tanggal 15 Agustus 2023. Harganya sama dengan penutupan 14 Agustus.

Namun, saham ABMM kemudian perlahan naik di awal sesi I. Dan pada sekitar pukul 10.00 WIB berada di level Rp 4.150 (+1,22%). Jika dipantau dalam periode year to date (ytd), saham ABM Investama ternyata sudah melesat 27,30%. Berdasarkan data RTI Business, rasio price to book value (PBV) ABMM 1,14 kali dan price earning ratio (PER) 2,02 kali. Kapitalisasi pasarnya sekitar Rp 11,43 triliun.

ABM Investama (ABMM) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) US$ 188,52 juta pada semester I-2023. Nilainya melambung 97,4% dari US$ 95,48 juta di periode yang sama tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, ABM Investama juga mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan US$ 763,18 juta, meningkat 17% dibandingkan semester I-2022 di posisi US$ 652,20 juta.

Lo Kheng Hong

Sementara itu, investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat kepemilikannya atas saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) menjadi 119.155.400 saham atau 4,32% per 30 Juni 2023.

Jumlah tersebut bertambah bila dibandingkan dengan kepemilikan Pak Lo – sapaan akrab Lo Kheng Hong – di ABMM per 31 Maret 2023. Saat itu, investor berusia 64 tahun tersebut memiliki 114.213.500 saham ABMM atau 4,14%. Artinya bertambah 4.941.900 saham.

Dengan jumlah kepemilikan terbarunya, Pak Lo tetap menjadi pemegang saham nomor 4 terbesar di ABMM. Di peringkat pertama ada PT Tiara Marga Trakindo dengan kepemilikan 53,55%, di posisi kedua Valle Verde Pte Ltd (Singapore) 25,51%, dan ketiga adalah Citibank (Singapore) 4,63%.

Lo Kheng Hong sempat menjelaskan mengenai alasan dirinya bertahan di sebuah saham batu bara. Hal itu dia sampaikan pada Exclusive Talkshow "Warren Buffett Wisdom" by Lo Kheng Hong 23 Juni lalu, yang juga dapat disaksikan di kanal YouTube Intiland Development.

Tanpa menyebutkan detail bahwa saham tersebut adalah saham ABMM, Lo Kheng Hong menjelaskan bahwa dirinya membeli suatu saham batu bara di harga sekitar Rp 1.300. Dan saat harga batu bara naik ke US$ 400 per ton, sahamnya juga naik hingga Rp 4.850 pada tahun lalu.

First quarter (kuartal I-2023) sudah laba Rp 1,6 triliun, kalau kali 4 mungkin Rp 6 triliun. Waktu naik ke Rp 4.850, PE (price earning ratio) 2 kali. Sayang kalau dijual,” imbuh Pak Lo.

Dia pun menegaskan, saat harga di Rp 4.850 tidak dijual. Maka tidak mungkin ketika harga saham di Rp 3.000-an, ia menjualnya. “Kapan mau dijual? Rp 4.850 aja gak dijual, masa Rp 3.000 dijual. Tetap simpan,” papar Lo Kheng Hong.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia