Volume Transaksi Saham GOTO Naik Tajam, Kinerja Keuangan Kuartal II Membaik?
JAKARTA, investor.id – Menjelang rilis laporan keuangan kuartal II-2023 pada sore ini, volume transaksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mendadak melesat. Harga saham GOTO pun berhasil menguat, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I turun tipis.
Berdasarkan data perdagangan BEI sesi I, Selasa (15/8/2023), saham GOTO ditutup menguat Rp 1 (1,1%) menjadi Rp 92. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 91-94. GOTO berhasil naik, meskipun saham teknologi lainnya cenderung melemah. Sedangkan volume perdagangan telah mencapai 1,27 miliar saham.
Sebelumnya, sejumlah analis mempertahankan outlook positif terhadap kinerja keuangan dan saham GOTO ke depan. Para analis meyakini bahwa GOTO telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai break even atau titik impas EBITDA disesuaikan akhir tahun ini.
Riset terbaru dengan pandangan positif datang dari Buana Capital. Analis Buana Capital Christopher Rusli mengatakan, GOTO berada di jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA yang disesuaikan positif. Potensi tersebut terlihat dari pencapaian margin kontribusi GOTO pada kuartal I-2023 dan berhasil mengurangi kerugian adjusted EBITDA hingga 50%.
Sepanjang semester II, dia mengatakan, GOTO menerapkan beberapa inisiatif untuk mengurangi biaya layanan dan fokus dalam mencapai keterjangkauan. Salah satu cara tersebut adalah menciptakan "Mode Hemat" sebagai bagian dari inisiatif untuk mencoba menjaring konsumen yang awalnya tidak mau membayar mahal untuk layanan pesan-antar makanan.
Dengan sejumlah sentimen positif ini, Buana Capital mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 137. Target tersebut merefleksikan potensi kenaikan 21,24%. Rekomendasi ini didasarkan pada GOTO mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023, ekspektasi pemulihan GTV pada semester II-2023 dan potensi GoTo Financials yang belum dimanfaatkan.
Sementara itu, analis Maybank Sekuritas Indonesia Etta Rusdiana Putra mengungkapkan, penurunan peringkat harga emiten teknologi menjadi peluang bagi GOTO, karena GOTO memiliki visi untuk memperbaiki keuntungannya dengan memperkuat operasinya dan meningkatkan efisiensi pemasaran.
“Karena itu, kami memperkirakan bahwa penurunan harga saham sektor teknologi ini bisa menjadi kesempatan melirik saham teknologi, apalagi dengan upaya GOTO untuk mencapai profitabilitas dengan berbagai strategi yang sedang dijalankan,” tulis Etta Rusdiana dalam risetnya.
Dia juga mengungkapkan, GOTO merupakan on demand service terintegrasi paling terkenal di Indonesia, yang didukung oleh layanan food delivery, online ride hailing, e-commerce, dan financial service. Hal ini memperkuat keyakinan GOTO akan menjadi perusahaan digital yang paling siap menangkap peluang pasar sebanyak 55-60 juta penduduk kelas menengah Indonesia.
Didukung dukungan positif tersebut, Maybank menetapkan target harga saham GOTO yang sebesar Rp 153 juga sudah mempertimbangkan perkiraan lompatan pendapatan GOTO menjadi Rp 17,36 triliun pada 2023 dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 11,34 triliun. EBITDA juga diperkirakan terus membaik dari rugi tahun lalu Rp 27,47 triliun menjadi rugi EBITDA Rp 12,3 triliun tahun ini.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






