Jumat, 15 Mei 2026

Aksi Crossing Saham DSSA dan BYAN Nilai Jumbo Picu Asing Net Sell Rp 1,25 T

Penulis : Parluhutan Situmorang
15 Aug 2023 | 17:38 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham melalui aplikasi mobile. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Investor memantau pergerakan saham melalui aplikasi mobile. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,25 triliun di seluruh pasar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/8/2023), ditutup menguat tipis sebanyak 4,93 poin (0,07%) ke level 6.915,1.

Besarnya net sell saham tersebut dipicu oleh penjualan bersih saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di pasar negosiasi senilai Rp 767,89 miliar dan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebanyak Rp 331,19 miliar.

Net sell juga melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 235,95 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebanyak Rp 81,29 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebanyak Rp 52,37 miliar.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, lima saham berikut mengalami pembelian bersih (net buy) saham oleh investor asing, yaitu saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 87,81 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 53,53 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 40,43 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 33,77 miliar, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 32,88 miliar.

Adapun penguatan IHSG hari ini didukung oleh lonjakan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi naik 2,13%, sektor infrastruktur 1,53%, dan sektor teknologi 1,02%. Sebaliknya, sektor saham yang mencatatkan penurunan adalah saham sektor keuangan 0,37%, sektor kesehatan 0,25%, dan sektor industri 0,31%.

Meski IHSG hanya naik tipis, tapi empat saham berikut berhasil menorehkan lonjakan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) naik Rp 39 (34,82%) menjadi Rp 151, PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) naik Rp 49 (34,75%) menjadi Rp 190, PT Atlas Resources Tbk (ARII) naik Rp 56 (24,35%) menjadi Rp 286, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menguat Rp 350 (25%) menjadi Rp 1.750.

Lonjakan harga juga terjadi pada saham PT Victoria Insurance Tbk (VINS) dengan kenaikan Rp 45 (32,14%) menjadi Rp 185 dan PT Pelayaran Nasional Bina Buana Tbk (BBRM) menguat Rp 14 (22,58%) menjadi Rp 76.   

Sementara itu, lima saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN), PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Buakaka Teknik Utama Tbk (BUKK), dan PT Star Pacific Tbk (LPLI).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia