Tanda-tanda GOTO Kian Dekati Target Profitabilitas
JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil menambah pengguna baru dan mengembalikan pengguna non-aktif dari produk Mode Hemat dan layanan Multimoda Gojek pada kuartal II-2023.
Direktur Utama GOTO Patrick Walujo mengatakan, pencapaian tersebut sesuai dengan strategi perseroan untuk menghasilkan pertumbuhan inti dari unit bisnis on-demand services guna memperluas total pasar potensial (TAM) dengan fokus pada konsumen yang memprioritaskan harga.
Terbukti, EBITDA yang disesuaikan untuk on-demand service kini tampak membaik sebesar 89% dari tahun sebelumnya menjadi minus 1,24% dari GTV on-demand services. Selain itu, pendapatan bruto kuartal II-2023 juga tumbuh stabil dengan peningkatan sebesar 3,5% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 2,9 triliun.
“Ini hasil dari strategi perseroan yang fokus pada profitabilitas dan monetisasi,” jelas Patrick Walujo dalam keterangannya, Selasa (15/8/2023).
Perusahaan dengan ekosistem terbesar di Indonesia ini juga mampu menekan beban insentif dan pemasaran produk sebesar 35% dari tahun sebelumnya atau setara Rp 1 triliun secara keseluruhan antara layanan mobilitas dan pesan antar makanan.
Lebih lanjut, GOTO juga mampu menghemat beban dan meningkatkan monetisasi dengan menghasilkan margin kontribusi positif untuk on-demand services selama tiga kuartal berturut-turut dengan capaian sebesar 4,7% dari GTV, naik 853 bps dari tahun sebelumnya.
Dari sisi GTV on-demand service, Patrick mengungkapkan bahwa terjadi penurunan menjadi Rp 13,2 triliun atau mencerminkan 8,6% dari tahun sebelumnya, Penyebabnya, rasionalisasi insentif bagi konsumen profitable, serta faktor banyaknya jumlah hari libur umum di Indonesia pada periode tersebut, sehingga berimbas pada layanan mobilitas dan pesan antar makanan.
Berdasarkan hasil analis internal, menurut Patrick, potensi pasar unit bisnis on-demand services akan tumbuh berlipat ganda. Terlebih, jika perseroan dapat menjangkau lebih banyak kelompok konsumen yang memprioritaskan harga (value for money).
“Maka dari itu, GOTO akan fokus menjangkau kelompok konsumen tersebut dengan produk menarik yang menawarkan fleksibilitas dan kualitas tinggi khususnya GoFood Hemat, GoCar Hemat, dan Transit Multimoda,” tutur Patrick.
Tidak jauh berbeda dengan segmen produk dan layanan, pada kuartal II-2023, GOTO juga mencetak kinerja positif di segmen bisnis e-commerce. Menurut Patrick, monetisasi di segmen tersebut membukukan kemajuan signifikan berkat penyesuaian komisi yang diterapkan pada awal tahun.
Itu sebabnya, pada paruh pertama 2023, perseroan telah melaksanakan berbagai uji coba kemampuan layanan logistik in-house GoTo Logistics (GTL) dengan hasil yang menjanjikan. Terbukti, GTL berhasil mengurangi 15% dari keseluruhan biaya logistik e-commerce. “Kami berharap, ini akan meningkat seiring dengan berkembangnya penetrasi GTL di Tokopedia,” tutup Patrick.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






