GOTO Ungkap Rinci Kinerja Gojek dan Tokopedia, juga Strategi ke Depan
JAKARTA, investor.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah mengumumkan laporan keuangan untuk periode semester I-2023 pada Selasa (15/8/2023).
Secara grup, GOTO mencatatkan pendapatan bersih Rp 6,88 triiun dalam enam bulan pertama tahun 2023. Melesat 102% dari periode yang sama tahun lalu di Rp 3,4 triliun. Rugi bersih menyusut dari Rp 14,17 triliun ke posisi Rp 7,21 triliun.
Dalam keterangan resmi GOTO dirinci terkait bisnis on-demand services atau biasa dikenal dengan brand Gojek. Dikutip Rabu (16/8/2023), EBITDA yang disesuaikan untuk on-demand services membaik sebesar 89% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi -1,24% dari gross transaction value (GTV) on-demand services.
Pendapatan bruto kuartal kedua terus tumbuh stabil, meningkat sebesar 3,5% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 2,9 triliun, sebagai hasil dari fokus berkelanjutan GOTO pada profitabilitas dan monetisasi.
Beban insentif dan pemasaran produk berkurang sebesar 35% dibandingkan tahun sebelumnya, setara dengan penghematan pada kuartal ini sebesar Rp 1 triliun secara keseluruhan antara layanan mobilitas dan pesan antar makanan.
Penghematan beban dan peningkatan monetisasi menghasilkan margin kontribusi positif untuk on-demand services selama tiga kuartal berturut-turut, mencapai 4,7% dari GTV, meningkat 853 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, GTV on-demand services menurun menjadi Rp 13,2 triliun, atau sebesar 8,6% dibandingkan tahun sebelumnya karena rasionalisasi insentif untuk konsumen profitabel, serta dipengaruhi tingginya jumlah hari libur umum di Indonesia pada periode tersebut, sehingga berdampak pada layanan mobilitas dan pesan antar makanan.
Manajemen GOTO mengungkapkan bahwa analisis internal perseroan menunjukkan unit bisnis on-demand services akan dapat menggandakan potensi pasarnya, jika dapat menjangkau lebih banyak kelompok konsumen yang memprioritaskan harga.
“Untuk itu, perseroan akan fokus menjangkau kelompok konsumen ini dengan produk menarik yang menawarkan fleksibilitas dan kualitas tinggi, khususnya GoFood Hemat, GoCar Hemat, dan GoTransit Multimoda,” terang manajemen GOTO.
Tokopedia
Di unit bisnis e-commerce atau biasa dikenal dengan Tokopedia, monetisasi mencatatkan kemajuan signifikan didorong dampak positif dari penyesuaian komisi yang diterapkan awal tahun.
Sepanjang paruh pertama tahun 2023, sebut manajemen GOTO, telah dilaksanakan berbagai uji coba kemampuan layanan logistik in-house GoTo Logistics (GTL), dengan hasil yang menjanjikan. GTL berhasil mengurangi 15% dari keseluruhan biaya logistik e-commerce. Hasil ini akan diharapkan meningkat seiring berkembangnya penetrasi GTL di Tokopedia.
EBITDA yang disesuaikan untuk segmen e-commerce membaik sebesar 86% dibandingkan tahun sebelumnya, atau -0,39% dari GTV e-commerce.
Margin kontribusi e-commerce tetap positif selama kuartal kedua berturut-turut di 2Q23, meningkat secara bertahap menjadi 0,7% dari GTV dan meningkat sebesar 201 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan profitabilitas e-commerce dapat dikaitkan dengan rasionalisasi insentif dan pemasaran produk sebesar 48% dibandingkan tahun sebelumnya, setara dengan penghematan pada kuartal ini sebesar Rp 1,2 triliun.
GTV e-commerce sebesar Rp 58,7 triliun, turun 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut manajemen, hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah transaksi dari konsumen non profitabel akibat insentif umum (blanket incentive) yang menurun.
Faktor musiman seperti peningkatan jumlah hari libur umum juga mempengaruhi penurunan ini, begitu pula dengan penutupan sebagian bisnis mitra Tokopedia yang diumumkan pada bulan Maret. Jika mengecualikan mitra Tokopedia, penurunan GTV akan menjadi 10%.
Monetisasi secara keseluruhan di e-commerce meningkat, sebagaimana tercermin pada pertumbuhan pendapatan bruto e-commerce menjadi Rp 2,2 triliun, meningkat sebesar 8,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Loyalitas pedagang pada platform e-commerce GoTo terus bertahan, meskipun ada peningkatan komisi yang diberlakukan pada awal tahun ini, membuktikan nilai ekosistem unik GoTo bagi pedagang dan pengguna, seperti tersedianya GoPayLater dan produk pinjaman tunai GoTo yang kini hadir di Tokopedia.
Selain menambahkan lebih banyak produk pembayaran lintas di e-commerce, GOTO akan berfokus pada peningkatan pengalaman menemukan barang yang diinginkan konsumen secara terpersonalisasi melalui konten yang menarik. Selain itu, papar manajemen, GOTO juga menghadirkan format iklan baru yang lebih sesuai bagi konsumen yang memprioritaskan harga, agar iklan yang dipasang oleh pedagang lebih menarik dan tepat sasaran.
“Kolaborasi berkelanjutan dengan GTL akan memungkinkan pengurangan biaya logistik secara keseluruhan dan subsidi pengiriman yang lebih efisien dalam beberapa kuartal mendatang,” sebut manajemen GOTO.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






