Jumat, 15 Mei 2026

GOTO Ungkap Rinci Kinerja Gojek dan Tokopedia, juga Strategi ke Depan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Aug 2023 | 07:57 WIB
BAGIKAN
Aplikasi Tokopedia, bagian dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)
Aplikasi Tokopedia, bagian dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah mengumumkan laporan keuangan untuk periode semester I-2023 pada Selasa (15/8/2023).

Secara grup, GOTO mencatatkan pendapatan bersih Rp 6,88 triiun dalam enam bulan pertama tahun 2023. Melesat 102% dari periode yang sama tahun lalu di Rp 3,4 triliun. Rugi bersih menyusut dari Rp 14,17 triliun ke posisi Rp 7,21 triliun.

Dalam keterangan resmi GOTO dirinci terkait bisnis on-demand services atau biasa dikenal dengan brand Gojek. Dikutip Rabu (16/8/2023), EBITDA yang disesuaikan untuk on-demand services membaik sebesar 89% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi -1,24% dari gross transaction value (GTV) on-demand services.

Pendapatan bruto kuartal kedua terus tumbuh stabil, meningkat sebesar 3,5% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 2,9 triliun, sebagai hasil dari fokus berkelanjutan GOTO pada profitabilitas dan monetisasi.

ADVERTISEMENT

Beban insentif dan pemasaran produk berkurang sebesar 35% dibandingkan tahun sebelumnya, setara dengan penghematan pada kuartal ini sebesar Rp 1 triliun secara keseluruhan antara layanan mobilitas dan pesan antar makanan.

Penghematan beban dan peningkatan monetisasi menghasilkan margin kontribusi positif untuk on-demand services selama tiga kuartal berturut-turut, mencapai 4,7% dari GTV, meningkat 853 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, GTV on-demand services menurun menjadi Rp 13,2 triliun, atau sebesar 8,6% dibandingkan tahun sebelumnya karena rasionalisasi insentif untuk konsumen profitabel, serta dipengaruhi tingginya jumlah hari libur umum di Indonesia pada periode tersebut, sehingga berdampak pada layanan mobilitas dan pesan antar makanan.

GOTO Ungkap Rinci Kinerja Gojek dan Tokopedia, juga Strategi ke Depan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)

Manajemen GOTO mengungkapkan bahwa analisis internal perseroan menunjukkan unit bisnis on-demand services akan dapat menggandakan potensi pasarnya, jika dapat menjangkau lebih banyak kelompok konsumen yang memprioritaskan harga.

“Untuk itu, perseroan akan fokus menjangkau kelompok konsumen ini dengan produk menarik yang menawarkan fleksibilitas dan kualitas tinggi, khususnya GoFood Hemat, GoCar Hemat, dan GoTransit Multimoda,” terang manajemen GOTO.

Tokopedia

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia