Jumat, 15 Mei 2026

GOTO Ungkap Rinci Kinerja Gojek dan Tokopedia, juga Strategi ke Depan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Aug 2023 | 07:57 WIB
BAGIKAN
Aplikasi Tokopedia, bagian dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)
Aplikasi Tokopedia, bagian dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)

Di unit bisnis e-commerce atau biasa dikenal dengan Tokopedia, monetisasi mencatatkan kemajuan signifikan didorong dampak positif dari penyesuaian komisi yang diterapkan awal tahun.

Sepanjang paruh pertama tahun 2023, sebut manajemen GOTO, telah dilaksanakan berbagai uji coba kemampuan layanan logistik in-house GoTo Logistics (GTL), dengan hasil yang menjanjikan. GTL berhasil mengurangi 15% dari keseluruhan biaya logistik e-commerce. Hasil ini akan diharapkan meningkat seiring berkembangnya penetrasi GTL di Tokopedia. 

EBITDA yang disesuaikan untuk segmen e-commerce membaik sebesar 86% dibandingkan tahun sebelumnya, atau -0,39% dari GTV e-commerce.

Margin kontribusi e-commerce tetap positif selama kuartal kedua berturut-turut di 2Q23, meningkat secara bertahap menjadi 0,7% dari GTV dan meningkat sebesar 201 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT
GOTO Ungkap Rinci Kinerja Gojek dan Tokopedia, juga Strategi ke Depan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)

Peningkatan profitabilitas e-commerce dapat dikaitkan dengan rasionalisasi insentif dan pemasaran produk sebesar 48% dibandingkan tahun sebelumnya, setara dengan penghematan pada kuartal ini sebesar Rp 1,2 triliun.

GTV e-commerce sebesar Rp 58,7 triliun, turun 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut manajemen, hal ini disebabkan oleh menurunnya jumlah transaksi dari konsumen non profitabel akibat insentif umum (blanket incentive) yang menurun.

Faktor musiman seperti peningkatan jumlah hari libur umum juga mempengaruhi penurunan ini, begitu pula dengan penutupan sebagian bisnis mitra Tokopedia yang diumumkan pada bulan Maret. Jika mengecualikan mitra Tokopedia, penurunan GTV akan menjadi 10%.

Monetisasi secara keseluruhan di e-commerce meningkat, sebagaimana tercermin pada  pertumbuhan pendapatan bruto e-commerce menjadi Rp 2,2 triliun, meningkat sebesar 8,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Loyalitas pedagang pada platform e-commerce GoTo terus bertahan, meskipun ada peningkatan komisi yang diberlakukan pada awal tahun ini, membuktikan nilai ekosistem unik GoTo bagi pedagang dan pengguna, seperti tersedianya GoPayLater dan produk pinjaman tunai GoTo yang kini hadir di Tokopedia.

Selain menambahkan lebih banyak produk pembayaran lintas di e-commerce, GOTO akan berfokus pada peningkatan pengalaman menemukan barang yang diinginkan konsumen secara terpersonalisasi melalui konten yang menarik. Selain itu, papar manajemen, GOTO juga menghadirkan format iklan baru yang lebih sesuai bagi konsumen yang memprioritaskan harga, agar iklan yang dipasang oleh pedagang lebih menarik dan tepat sasaran.

“Kolaborasi berkelanjutan dengan GTL akan memungkinkan pengurangan biaya logistik secara keseluruhan dan subsidi pengiriman yang lebih efisien dalam beberapa kuartal mendatang,” sebut manajemen GOTO.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia