Suspensi Saham Waskita (WSKT) sudah Berbulan-bulan, Investor Ritelnya Sebanyak Ini
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek (termasuk saham) PT Waskita Karya Tbk (WSKT) di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan efek tanggal 16 Agustus 2023.
Hal tersebut berdasarkan surat PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) No.: KSEI-2655/DIR/0823 tanggal 15 Agustus 2023 perihal Penundaan Pembayaran Bunga Ke-15, Ke-16, dan Ke-17 Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 Seri B (WSKT03BCN4) dan dalam rangka menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.
“Bursa Efek Indonesia memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek PT Waskita Karya (Persero) Tbk di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan efek tanggal 16 Agustus 2023 hingga pengumuman bursa lebih lanjut,” jelas pengumuman BEI dikutip Jumat (18/8/2023).
Dalam pengumuman itu, BEI juga meminta kepada seluruh pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Baca Juga:
Wamen BUMN Buka-bukaan Kondisi Waskita (WSKT), dari Likuiditas hingga Diskusi Proyek BocimiAsal tahu saja, saham Waskita sudah dikenakan suspensi sejak 8 Mei karena terkait penundaan pembayaran bunga ke-11 Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020.
Kemudian, suspensi atas perdagangan saham Waskita dipertegas kembali pada 7 Agustus lantaran terjadinya penundaan pembayaran pokok dan bunga ke-12 Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020. Artinya, sampai dengan 18 Agustus, saham Waskita Karya (WSKT) sudah disuspensi 3 bulan lebih.
Per 31 Juli 2023, berdasarkan laporan bulanan, jumlah pemegang saham Waskita Karya (WSKT) sebanyak 96.607 pemegang saham.
Jumlah pemegang saham individu atau ritel domestik sebanyak 95.940 pemegang saham dengan total kepemilikan 4.101.595.633 pemegang saham atau 14,23%. Tercatat pula 66 dana pensiun mengoleksi 871.143.302 saham Waskita atau 3,02%.
Perseroan terbatas nasional sebanyak 135 dengan jumlah saham yang digenggam 557.237.804 saham atau 1,93%. Pemerintah Indonesia menguasai 21.705.633.362 saham atau 75,34%. Selain itu, terdapat 146 badan usaha asing yang memiliki total 1.421.137.194 saham WSKT atau 4,93%. Saat mulai disuspensi Saham Waskita Karya tengah berada di posisi Rp 202.
Penjelasan Waskita
Sebelumnya diberitakan, Waskita Karya (WSKT) menyampaikan informasi terbaru terkait obligasi. Di mana, perusahaan melakukan penundaan pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2019 Seri B ke-15, ke-16, ke-17.
Penundaan tersebut dikarenakan saat ini Waskita sedang dalam proses permohonan perpanjangan waktu atas penundaan seluruh kewajiban (standstill) untuk sementara waktu kepada kreditur perbankan guna menunjang proses review master restucturing agreement (MRA) secara komprehensif sehingga diberlakukan prinsip equal treatment kepada pemegang obligasi.
“Guna menunjang proses review MRA, perseroan mengedepankan prinsip equal treatment kepada kreditur perbankan dan pemegang obligasi non penjaminan sehingga perseroan sampai dengan tanggal jatuh tempo bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2019 Seri B ke-15, ke-16, ke-17, perseroan melakukan penundaan pembayaran atas kewajiban jatuh tempo tersebut,” terang SVP Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi, Rabu (16/8/2023).
Saat ini, lanjut dia, perseroan sedang dalam proses perpanjangan masa standstill kepada kreditur perbankan, namun hingga saat ini proses persetujuan masih berlangsung.
Perseroan tetap berusaha untuk memastikan penyelesaian proyek-proyek yang berjalan tidak terganggu secara signifikan walaupun pembayaran obligasi tertunda. Perseroan tetap akan fokus menjalankan seluruh program dan strategi sesuai dengan target-target yang telah ditetapkan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






