Jumat, 15 Mei 2026

Begini Keuangan Emiten yang Sempat Bagikan Dividen Rp 50 Ribu/Saham

Penulis : Thresa Sandra Desfika
18 Aug 2023 | 08:14 WIB
BAGIKAN
Karyawati beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (Foto ilustrasi: B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Karyawati beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (Foto ilustrasi: B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - Perusahaan farmasi PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) mencatatkan penjualan bersih Rp 1,23 triliun sepanjang semester I-2023. Naik 14,6% dari Rp 1,07 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, perseroan membukukan beban pokok penjualan Rp 1,04 triliun yang meningkat dari Rp 916,12 miliar pada semester pertama tahun lalu. Laba kotor membesar dari Rp 159,59 miliar menjadi Rp 191,16 miliar.

Sedangkan, laba tahun berjalan Organon Pharma Rp 134,72 miliar di paruh pertama tahun ini. Angkanya meningkat 29,2% dari realisasi enam bulan awal tahun 2022 di posisi Rp 104,20 miliar.

ADVERTISEMENT

Per 30 Juni 2023, total aset Organon Pharma (SCPI) sebesar Rp 1,53 triliun, liabilitas Rp 595,17 miliar, dan ekuitas Rp 940,06 miliar. Kas di bank Rp 302,46 miliar.

Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi pembuatan dan pengolahan obat-obatan, suplemen kesehatan/makanan, dan lainnya. Perusahaan merupakan anggota kelompok usaha yang dimiliki oleh Organon & Co Amerika Serikat.

Dividen

Sebelumnya, perseroan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2022 senilai Rp 50.000 per saham atau secara total Rp 180 miliar. Pembayarannya dilakukan pada 7 Juli lalu.

Adapun data keuangan per 31 Desember 2022 yang mendasari pembagian dividen adalah laba bersih yang didapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 174,78 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 12,78 miliar, dan total ekuitas Rp 985,33 miliar.

Adapun jumlah saham Organon (SCPI) yang saat ini tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah sebanyak 3,6 juta saham.

Pemiliknya terdiri dari Organon LLC selaku pengendali menguasai 98,78% saham. Adapun masyarakat hanya 43.664 saham. Jumlah pemegang saham seluruhnya hanya 438 pemegang saham per 31 Juli 2023. Posisi saham SCPI saat ini dalam status disuspensi di level Rp 29.000.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia