Saham Perusahaan Tommy Soeharto (HUMI) Ini Melesat 136%, Tak Seperti Anak Usahanya
JAKARTA, investor.id – Saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), anak usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), melonjak 136% terhitung sejak listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Agustus hingga penutupan perdagangan saham sesi I, Jumat (18/8/2023).
Berdasarkan data BEI, saham HUMI ditutup menguat Rp 36 (18%) menjadi Rp 236. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 200-244 sepanjang perdagangan sesi I hari ini.
Humpuss Maritim sebelumnya telah menuntaskan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak 2,707 miliar saham dan harga pelaksanaan Rp 100 per saham. Dengan demikian, total dana yang diraup dari aksi tersebut mencapai Rp 270,7 miliar.
Sedangkan listing perdana saham HUMI di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah dilaksanakan pada 3 Agustus 2023. Perseroan juga melepas sebanyak 1,35 miliar waran dengan perbandingan 2:1. Waran tersebut nantinya bisa ditebus dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham.
Lompatan harga saham tersebut menjadikan nilai kekayaan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto melesat dalam tiga pekan terakhir. Hal ini didasarkan atas HITS sebagai pengendali sebanyak 89,99% saham HUMI, PT Humpuss Transportasi Kimia 10%, dan Koperasi Karyawan Bhakti Samudra 0,002%.
Sedangkan pemegang saham HITS terdiri atas PT Humpuss sebanyak 45,52%, PT Menara Cakra Buana sebanyak 32,84%, dan Hutomo Mandala Putra sebanyak 10,4%. Sisanya investor publik dengan kepemilikan mencapai 9,7%.
GTSI
Sementara itu, anak usaha Humpuss Maritim Internasional, yaitu PT GTS Internasional Tbk (GTSI), anak usaha HITS, justru belum juga berhasil kembali ke harga IPO saham senilai Rp 100 per unit. Saham GTSI terhempas ke bawah level Rp 100 terhitung sejak listing perdana di BEI sejak 8 September 2021.
Secara keuangan, perusahaan distribusi gas alam cari (liquefied natural gas/LNG) milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, PT GTS Internasional (GTSI) berhasil menekan utang jangka pendek periode 30 Juni 2023 menjadi US$ 15,2 juta, dibandingkan akhir 2022 mencapai US$39,4 juta.
Penurunan utang tersebut menjadikan rasio utang terhadap modal perseroan per semester I 2023 menjadi 69% atau 0,69 kali, dibandingkan periode yang sama tahun 2022 mencapai 1,17 kali. Dengan kondisi Debt to Equity Ratio (rasio utang terhadap modal) GTSI memiliki ruang untuk menggalang pinjaman atau dana pihak ketiga dengan ruang yang cukup besar dalam rangka ekspansi usaha beberapa periode mendatang.
Anak usaha dari Humpuss Maritim Internasional (HUMI) ini juga berhasil mencatat kenaikan laba bersih mencapai 175,08% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Semester I-2023. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 6,91 juta pada paruh pertama tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu hanya US$3,01 juta.
Sejalan dengan hal tersebut, laba usaha perseroan juga melonjak 40,82% yoy menjadi US$7,04 juta per 30 Juni 2023. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, GTSI mencatat laba usaha sebesar US$5 juta.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


