Jumat, 15 Mei 2026

Ingin Cabut dari Bursa, Ada Emiten Rayu Investor Publik, Sempat Tebar Dividen Rp 50 Ribu

Penulis : Thresa Sandra Desfika
18 Aug 2023 | 13:46 WIB
BAGIKAN
Aktivitas karyawan di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Ilustrasi/B-Universe Photo/Uthan AR)
Aktivitas karyawan di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Ilustrasi/B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id - Perusahaan farmasi PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) menyampaikan perkembangan terkini terkait rencana perseroan menjadi perusahaan tertutup.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023 dijelaskan bahwa pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh saham Organon Pharma (SCPI) sejumlah 3,6 juta saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lalu, manajemen Organon Pharma menjelaskan, pada tanggal 23 Januari 2014, perusahaan memperoleh persetujuan dari mayoritas pemegang saham terkait dengan rencana penghapusan pencatatan saham perusahaan dari BEI dan terkait perubahan status perusahaan menjadi perusahaan tertutup.

ADVERTISEMENT

Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangannya, sambung manajemen SCPI, perusahaan masih berupaya untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang saham publik untuk menjual sahamnya sebelum memperoleh persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI terkait perubahan status perusahaan menjadi perusahaan tertutup.

Sementara itu, perseroan sempat membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2022 senilai Rp 50.000 per saham atau secara total Rp 180 miliar. Pembayarannya dilakukan pada 7 Juli lalu.

Data keuangan per 31 Desember 2022 yang mendasari pembagian dividen adalah laba bersih yang didapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 174,78 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 12,78 miliar, dan total ekuitas Rp 985,33 miliar.

Adapun jumlah saham Organon (SCPI) yang saat ini tercatat di BEI adalah sebanyak 3,6 juta saham. Pemiliknya terdiri dari Organon LLC selaku pengendali menguasai 98,78% saham. Sedangkan  masyarakat hanya 43.664 saham. Jumlah pemegang saham seluruhnya hanya 438 pemegang saham per 31 Juli 2023. Posisi saham SCPI saat ini dalam status disuspensi di level Rp 29.000.

Semester I

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia